logo


Ada Pihak yang Tolak Dirinya Jadi Pimpinan KPK, Firli Buka Suara, "Orangtua Saya Orang Sakti"

Simak berita selengkapnya

16 September 2019 11:13 WIB

Irjen Firli Bahuri
Irjen Firli Bahuri Ist

MARTAPURA, JITUNEWS.COM - Sosok Firli Bahuri akhir-akhir ini menyita perhatian publik. Pasalnya, usai terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak pihak yang tak setuju.

Menyikapi adanya penolakan dari beberapa pihak, Firli akhirnya buka suara. Ia menanggapinya dengan bijak. Ia berujar selama mengikuti seleksi dan prosedur yang benar sehingga terpilihlah menjadi pimpinan KPK.

Baca Juga: Geram Adanya Isu Pelemahan KPK, Ruhut: Ingat KPK Itu Lahir di Era Ibu Megawati


Akui Kecewa dengan Trio Pimpinan KPK, Ruhut Sitompul: Bilang Sama Mereka, Super Kampungan

Penggemar Gorengan? Tak Perlu Risau, Lakukan Ini Agar Tetap Aman Makan Gorengan

"Yakinlah kemuliaan itu milik Allah dan dia akan melimpahkan kemuliaan kepada hamba-Nya yang dia kehendaki. Selain itu, Allah jualah yang memiliki kuasa untuk menghinakan hambanya. Ini tertulis dalam Alquran jadi jangan takut. Berbuat baiklah dan jangan mendendam," ujar Firli saat kunjungan ke Mapolrer OKU Timur, Martapura, (15/9).

Pada kesempatan itu pula, ia juga mengungkap masa kecilnya yang hidup di pedesaan. Dengan tempaan dan pesan dari orangtuanya, kini Firli bisa mencapai karir yang gemilang hingga menjadi Kapolda dan terpilih menjadi pimpinan KPK.

"Orangtua saya orang sakti. Ditembak tidak meledak, disayat tidak terluka, ditusuk tidak mempan. Dahulu pernah saya meminta ilmu yang dimilikinya. Namun, dengan tegas bapak saya menolak dan tidak mau memberikannya," ungkap Firli.

Soal Kabut Asap Riau, Pihak Istana ke Warga Riau, "Jalani dengan Ikhlas dan Berdoa"

Firli justru dinasehati bahwa ilmu tersebut tidak akan bisa menyelematkan dan meningkatkan karirnya. Kemudian, orangtuanya berpesan pada masa mendatang yang dibutuhkan adalah ilmu keikhlasan dan kesabaran serta tidak mendendam.

"Karena pesannya itulah yang akan menyelamatkan hidup dan bukan ilmu kebal tidak mempan," tegas Kapolda Sumatera Selatan tersebut.

Sempat Menolak, Kini Ruhut Setuju Revisi UU KPK, "Sudah Ada Model Taliban di KPK"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata