logo


KPK Diujung Tanduk, Novel Baswedan Peringatkan Jokowi

Nasib KPK kini sedang berada diujung tanduk

15 September 2019 14:04 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan memperingatkan presiden Jokowi mengenai nasib KPK yang berada diujung tanduk.

Sebelumnya saat jumpa pers di gedung KPK, Jumat (13/09), ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan untuk mengembalikan semua tanggung jawab KPK kepada Jokowi.

"Kami pimpinan, yang merupakan penanggung jawab tertinggi di KPK, dengan berat hati pada hari ini, Jumat, 13 September 2019, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden RI. Kami menunggu perintah," ujar Agus.


Djarot: UU KPK Bukan Kitab Suci, Bisa Diamendemen

Menurut Novel kejadian ini sangat merugikan kinerja KPK yang sedang bertugas menyelesaikan kasus-kasus korupsi.

"Tentunya dengan penyerahan mandat ini, terus masalah hiruk pikuk terkait masalah sebelumnya pemilihan capim KPK, revisi UU KPK dan hal lain, ini membuat pegawai juga terganggu dalam melakukan pekerjaan dan ini tentunya merugikan sekali," katanya, dikutip dari laman Detik (15/09).

Lebih lanjut, Novel mengatakan bahwa saat ini KPK masih bekerja untuk mengusut beberapa kasus korupsi namun tak berjalan maksimal karena suasana yang tak kondusif.

"Pemeriksaan masih bisa berjalan, tapi seefektif apa bisa berlangsung dengan suasana yang seperti ini? Belum lagi isu yang disampaikan bahwa pemerintah dan DPR akan segera menyelesaikan revisi UU di hari Selasa. Ini suatu hal yang meresahkan, bayangkan ketika hal yang dibahas itu krusial dan sangat efektif mematahkan kaki KPK. Apakah itu terus bisa dianggap biasa-biasa saja? Terus kita kerja dengan santai, rasanya nggak masuk akal begitu," tegas Novel.

"Kalau sudah ada penyerahan mandat, tentunya pembahasan hal-hal terkait ekspose (perkara) saya nggak tahu itu apakah masih bisa. Tentunya nggak bisa dan ini akan berhenti semua, kerjaan akan berhenti semua. Tapi ini kan baru Jumat (13/9) kemarin (pimpinan menyerahkan mandat, mulai kerja Senin (16/9) lagi. Jadi akan terlihat hari Senin, rasanya nggak akan ada yang bisa berjalan, semuanya akan berhenti," imbuh dia.

Diberi Mandat, Jokowi Tak Mungkin Kerjakan Tugas Pimpinan KPK

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma