logo


Wiranto Sebut Modus Politik dalam Karhutla, Demokrat: Jangan Bikin Posisi Jokowi Tersudut

Menurut Ferdinand, Wiranto sudah saatnya pensiun

14 September 2019 07:51 WIB

Menko Polhukam Wiranto.
Menko Polhukam Wiranto. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan ada modus baru terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yaitu politik.

Pernyataan Wiranto tersebut mendapat reaksi dari Kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ferdinand heran dengan Wiranto yang bisa mengetahui motif peristiwa itu padahal pelaku belum ditangkap.

Menurutnya, Wiranto sudah saatnya pensiun karena sudah sering salah. Ia meminta Wiranto untuk tidak membuat posisi Presiden Joko Widodo tersudut.


Saut Mundur, Fahri: Saya Terus Terang Setuju dengan Pandangan Pak Jokowi

"Astaga pak Wir...!! Pelaku tak tertangkap tapi bapak bisa tau motifnya? Benar-benar bapak sudah saatnya pensiun. Sudah sering salah. Jangan bikin posisi pak @jokowi tersudut dengan pernyataan-pernyataan seperti ini dan menyudutkan warga kita yang tak pilih Jokowi di Riau. @wiranto1947," ujar Ferdinand seperti dilansir Jitunews dari akun Twitternya, Sabtu (14/9).

Sebelumnya, Wiranto mengadakan rapat koordinasi khusus terkait karhutla di Kantor Kemenko Polhukam. Wiranto mengakui adanya modus baru dalam karhutla.

"Tapi muncul baru sekarang kan. Ada modus operandi baru pembakaran hutan karena politik. Ya kan? Di Palangkaraya itu, misalnya membakar hutan karena ada persaingan politik dalam rangka pilkada, ada juga," tutur Wiranto, Jumat (13/9).

Ia meminta hal itu bisa ditindak tegas karena sudah merugikan masyarakat. Wiranto menyebut 99 persen karhutla diakibatkan karena perbuatan manusia.

"Tangkap saja, hukum seberat-beratnya karena itu jelas merugikan kepentingan umum," ucap Wiranto.

Demokrat: Presiden dan DPR Harus Mendengar Jeritan Wadah Pegawai KPK

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata