logo


Kebakaran Gambut, Apa yang Dilakukan BRG?

Supaya Ekosistem Gambut di Indonesia pulih kembali memang diperlukan usaha

14 September 2019 06:30 WIB

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, dalam acara disukusi di Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019)
Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, dalam acara disukusi di Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019) Dok.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Supaya Ekosistem Gambut di Indonesia pulih kembali memang diperlukan usaha. Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya agar Ekosistem Gambut pulih kembali.

“Kami telah membangun sekat kanal dan sumur bor bahkan menimbun kanal untuk memastikan bahwa lahan gambut yang telah kering dan bekas terbakar dapat lembab kembali. Namun upaya ini akan sia-sia jika tetap terjadi pembukaan dan pembakaran gambut,” ujar Nazir dalam acara disukusi di Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9).

Pada kesempatan itu, Nazir menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pemantauan terhadap kondisi ekosistem gambut yang menjadi wilayah kerja BRG. Sistem pemantauan BRG dinamakan Pranata informasi Restorasi Ekosistem Gambut, atau dikenal juga dengan sebutan PRIMS Gambut.


Berani Mengubah Arah Bisnis

“Melalui PRIMS Gambut kami mendeteksi kebakaran dan pembukaan lahan gambut. Hasilnya kami sampaikan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti terutama dalam hal penegakan hukum," ujar Nazir.

Kegiatan restorasi gambut yang dijalankan oleh BRG selama 3,5 tahun terakhir lebih difokuskan untuk melakukan penyelamatan awal terhadap lahan gambut yang sudah terdegradasi. Pembasahan lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal, sumur bor atau penimbunan kanal dapat berfungsi efektif apabila tidak terjadi lagi pembukaan atau pembakaran lahan di lingkungan sekitarnya.

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil

Halaman: 
Penulis : Denys, Aurora Denata