logo


Sebut Respons Pemerintah Lamban Atasi Kabut Asap, Tengku Zul: Gak Mampu Kerja, Mundur!!!

Simak berita selengkapnya

13 September 2019 19:40 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyebut respons pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lamban mengatasi kabut asap di Riau maupun Kalimantan.

Tengku Zul justru membandingkan sikap Jokowi dan jajarannya dengan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut saat terjadi kabut asap, SBY turun langsung.

Baca Juga: Jadi Mitra Binaan Pertamina, Desainer Muda Ariy Arka Siap Go International


Fahri Hamzah ke Jokowi, "Saatnya Presiden Pimpin Sendiri Orkestra..."

Soal Kemelut di KPK, Putri Gusdur: Lemes Banget, Semua Cita-cita Bapakku, Sekarang Habis

"Ini keadaan kabut asap di Kalimantan Tengah, Sampit..Dulu pak SBY langsung memimpin upaya pemadaman dengan ikut datang ke lokasi kebakaran lahan dan hutan. Yang parah saat itu Riau. Sekarang Presiden ke mana? Menteri ke mana? Kapolri ke mana...? Tidak mampu kerja, Mundur...!" tulis Tengku Zul, Kamis (12/9).

Ia juga menyinggung soal indeks pencemaran udara di Pekanbaru yang masuk dalam kategori berbahaya.

"Papan indeks Pencemar Udara di Pekanbaru menunjukkan 'Berbahaya'. Tinggalkan Riau...! Pak @jokowi mau belum nampak geliatnya. Nelayan malam-malam dibelusuki, diberitakan, kambing beranak, kodok mati diberitakan, ini ancaman nyawa bagi rakyat di Riau dan Kalimantan. Mana Geliatnya?" imbuhnya.

Saut Mundur dari KPK, Respons Presiden Bikin Netizen Bilang, "Itulah Karakter Jokowi, Merasa..."

"Riau dan Kalimantan adalah bagian NKRI. Jangan sampai jeritan rakyat Riau dan Kalimantan tidak terdengar karena 'Tebalnya Tembok Istana'. Jika pemerintah pusat tak punya uang untuk menanggulangi kebakaran akui secara jantan, agar rakyat kumpulkan uang sendiri. Kalau tidak mampu, mundur!" tegasnya.

Saut Mundur dari KPK, Respons Presiden Bikin Netizen Bilang, "Itulah Karakter Jokowi, Merasa..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata