logo


Dorong Netizen Gunakan Internet Bijak, Menkominfo Manfaatkan Siberkreasi

Simak berita selengkapnya

13 September 2019 16:18 WIB

 Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dok. Kominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mendorong pengguna internet (netizen) untuk lebih bijak dan bertanggung jawab saat menggunakan internet.

Menkominfo Rudiantara mengatakan gerakan ini diinisiasi oleh beberapa Kementerian, komunitas/ organisasi, dan private sector.

Baca Juga: Akui Sulit untuk Memperbaiki Ekonomi Negara, Sri Mulyani: Jangan Harap Ada Satria Piningit


Semakin Transparan, Blockchain Akan Diterapkan Pada E-government

Menurutnya, Siberkreasi yang dibentuk pada 27-29 Oktober 2017 di Jakarta, telah berhasil mewadahi 102 lembaga dan komunitas dari berbagai unsur, menjangkau 442 lokasi dengan lebih dari 185.000 peserta aktif yang dikemas dalam program – program sinergi, dan menyebarluaskan 73 buku seri literasi digital yang telah diunduh sebanyak 180.000 kali.

“Hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat kita juga harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini. Seperti rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoaks, cyberbullying, dan online radicalism. Siberkreasi sebagai gerakan nasional berupaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital,” ujar Rudiantara di Jakarta, Jumat (13/9).

Rudiantara mengatakan siberkreasi mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya.

Akui Kecewa dengan Jokowi, Artis Ini Luapkan Kekecewaannya dengan....

“Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital." ujar Rudiantara.  

Dia mengatakan ada beberapa program unggulan Siberkreasi antara lain, School of Influencer, Pandu Digital, Kreator Nongkrong, dan website literasidigital.id.

Dia berharap dengan website ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan seputar pendidikan digital, ekonomi digital, cybercrime dan lain-lain dalam bentuk buku, video, dan infografis yang dapat diunduh secara gratis.

“Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoax, hate speech dan berita negatif lainnya. Ponsel dan internet itu ibarat pisau bermata dua, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan kita untuk menggunakan internet secara baik,” imbuh Rudiantara.

Sempat Mendampingi Habibie di Reformasi, Wiranto Ungkap Kenangannya, "Beliau Sangat Kuat dalam...."

Dalam hal ini, Rudiantara mengatakan Siberaksi memiliki Program Pandu Digital yang merupakan program bagi masyarakat umum khususnya pada hal community empowerment berbasis komunitas, collaborative engagement dengan menyebarluaskan pengetahuan etika digital dan memperkuat ekonomi digital dengan roadmap e-commerce Indonesia.

Selain itu, juga ada program School of Influencer yang berfokus pada pengembangan konten positif di Internet dengan cara mengajak anak-anak muda Indonesia untuk memproduksi konten kreatif seperti video, gambar, artikel, blog atau vlog yang positif di Internet.

Habibie Meninggal, Anies Baswedan: Beliau yang Membuat Kita Semua Merasakan Adanya.....

“Ada juga Kreator Nongkrong  yaitu komunitas bentukkan Siberkreasi yang mewadahi para influencer/ konten kreator untuk saling bersinergi dan tetap produktif dalam memproduksi dan menyebarkan konten positif,” tuturnya.

Kantongi Ratusan Ribu URL Hoaks Tentang Papua, Rudiantara: Berisi Pesan Adu Domba

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata