logo


Kayu Gaharu, Tumbuhan Mahal Asli Indonesia yang Konon Berasal dari Surga

Gaharu boleh dibilang yang paling punya pamor

13 September 2019 14:45 WIB

gaharu
gaharu
dibaca 20600 x

Kayu gaharu disebut-sebut berasal dari surga

Fakta lain yang mencengangkan dari tumbuhan ini adalah kabar tentang asalnya dari surga. Kayu yang banyak juga ditemukan di Merauke, Sulawesi, dan Sumatra ini dipercaya berharga mahal karena berasal dari tempat suci itu. Fakta tersebut ditafsirkan dari Hadist Riwayat Imam Bukhori yang berbunyi,

“Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu.” Sabda Rasulullah dari Abi Hurairah Radliyalahu ‘anh.


Ngeri! Inilah Sosok Tallu Anna, Hantu Penculik Anak dari Sulawesi Selatan

Tumbuhan ini berkhasiat untuk kesehatan fisik maupun spiritual

Baik kayu maupun daun gaharu disebut-sebut menyimpan banyak sekali manfaat bagi kesehatan misalnya mengatasi masalah ginjal, sembelit, kembung, diare, sampai masuk angin. Selain itu para penderita sesak nafas dan hipertensi juga mengaku penyakitnya membaik setelah melakukan terapi dengan menggunakan gaharu. Wangi dari pembakaran kayu ini juga dipercaya berfungsi sebagai aroma terapi yang membuat tubuh lebih baik.

Banyak juga orang yang memperjualbelikan  kayu yang sudah dijadikan gelang atau tasbih. Para pengrajin percaya bahwa bila gelang itu dipakai secara rutin maka penggunanya akan  merasakan khasiat spiritual seperti menjadikan seseorang lebih tenang menghadapi masalah, menimbulkan perasaan untuk lebih dekat dengan Tuhan, lebih khusyuk saat beribadah, mudah berkonsentrasi, dan lainnya.

Mayoritas orang percaya bahwa kayu ini mengandung unsur mistis yang tidak bisa dinalar dengan akal manusia. Banyak sekali orang yang dengan sengaja mencarinya di Kalimantan namun tidak sedikit pula yang gagal. Terlepas dari benar tidaknya berita itu yang pasti perdagangan kayu ini sekarang mulai dibatasi karena jumlahnya yang semakin berkurang. Yang pasti masyarakat selama ini sudah terbantu secara ekonomi dengan penjualan barang ini.

 

Ditulis oleh: Alvino Hore

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Rekomendasi Wisata Malam di Malang yang Cocok untuk Nongkrong di Malam Hari

Halaman: 
Admin : Aurora Denata