logo


Soal Pemilihan Pimpinan KPK, DPR Komisi III: Kami Tak Bisa Buat Semua Orang Senang.

"Faktanya memang Pak Firli ini meraih suara terbanyak."

13 September 2019 05:17 WIB

Proses seleksi capim KPK oleh DPR
Proses seleksi capim KPK oleh DPR Jawa Pos

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi III DPR telah menuntaskan pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/9) dini hari, di tengah berbagai kritikan terhadap rekam jejak para calon pimpinan, termasuk Firli Bahuri yang akhirnya terpilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023.

Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Manik mengatakan pro dan kontra terkait pemilihan lima pimpinan KPK itu adalah hal biasa.

"Biasalah namanya pemilihan kan ada pro dan konta. Kita kan tidak bisa menyenangkan semua orang. We cannot make everyone happy, that's life," kata politikus Partai Demokrat itu.


Capim KPK Firli Singgung Konser Westlife

Namun, Erma berkeras bahwa lima pimpinan yang baru saja terpilih merupakan komposisi terbaik, karena ada perwakilan akademisi, hakim, polisi, advokat, dan komisioner petahana.

"Inilah komposisi terbaik yang kita pandang dari 10 nama yang masuk penilaian Komisi III. Kita percaya lima orang yang kita pilih ini akan bekerja dengan serius untuk memperkuat KPK dan mendorong pemberantasan korupsi kita ke depan. Kita bekerja untuk Indonesia," kata Erma seperti dilansir dari Berita Satu.

Erma juga menjelaskan proses musyawarah Komisi III untuk memilih Firli sebagai ketua, meskipun pada awal rapat disepakati akan ada pemungutan suara terpisah untuk memilih ketua KPK yang baru.

"Meskipun tidak ada di undang-undang, tapi kita kesepakatannya siapa pun peraih suara terbanyak dialah yang akan kita tunjuk menjadi pimpinan KPK," bebernya.

Tanpa Voting, Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu