logo


Ternyata Pakaian yang Baru Dibeli Harus Dicuci Sebelum Dipakai, Kenapa?

Mengenakan pakaian baru tanpa dicuci adalah tindakan yang salah, apa alasannya?

13 September 2019 03:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak orang yang langsung memakai pakaian baru tanpa mencucinya terlebih dahulu. Hal ini karena anggapan bahwa pakaian baru bebas dari kuman.

Namun, tahukah kamu bahwa tindakan ini bisa menyebabkan masalah? Ternyata pakaian baru dapat membuat kulit jadi merah dan terasa menyakitkan.

Dermatolog dari Case Western Reserve University, Dr. Susan Nedorost, mencatat dermatitis kontak alergi salah satu masalah yang bisa muncul. Jika terpapar, reaksi yang muncul salah satunya ruam.


Sering Begadang Bikin Wajah Tambah Jerawatam?

"Ketika melihat dermatitis kontak alergi dari pakaian, biasanya berasal dari pewarna," katanya, dilansir Time.

Keringat dan gesekan bisa menyebabkan zat pewarna larut dan keluar. Pakaian olahraga, misalnya yang berbahan mengkilap, elastis, dan tahan air, sering menyebabkan seseorang menderita dermatitis kontak alergi. Menurut Neodorost, mencuci pakaian baru membatasi risiko seseorang terpapar zat perwarna yang berisiko memunculkan reaksi alergi.

Ruam alergi bukan satu-satunya masalah kesehatan yang muncul terkait bahan kimia pakaian. Sebuah studi pada 2014 di Universitas Stockholm di Swedia menemukan, senyawa kimia yang disebut quinoline cenderung tinggi dalam pakaian berbahan poliester. Bahan ini menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat tergolong karsinogen yang berpontensi menyebabkan kanker.

Di sisi lain, Ulrika Nilsson, profesor kimia di Universitas Stockholm menyebut nitroanilin dan benzothiazoles, dua senyawa kimia lagi dalam pakaian yang berpotensi menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan, termasuk kanker.

Mencuci pakaian baru mengurangi kandungan bahan kimia, terutama bahan kimia residu yang mungkin tersisa dari pembuatan pakaian. Namun, hal itu tidak mencegah bahan kimia pakaian rusak dan terlepas dari pakaian lalu masuk ke kulit atau ke udara yang dihirup.

Sering Berpikir Negatif? Hati-hati Penyakit Ini Mengintaimu

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu