logo


Soal Revisi UU, Dewan Pengawas: KPK akan Hancur Luar Dalam

"Di saat yang sama dilakukan pelemahan nanti orang-orang yang akan mengeksekusi ini, sehingga nanti tidak ada pilihan KPK nanti akan hancur luar dalam,"

12 September 2019 20:15 WIB

Mohammad Tsani Annafari
Mohammad Tsani Annafari Akurat.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari menyatakan periode KPK jilid IV merupakan yang paling sulit. Lembaga antirasuah disebutnya sedang dilemahkan dengan cara yang sistematis. Pelemahan terlihat dari revisi UU KPK yang sedang bergulir dan calon pimpinan KPK bermasalah.

"Pertama secara kelembagaan melalui revisi UU KPK, lembaga kita dilemahkan kemudian juga tata kelola organisasi ini dilemahkan dengan cara yang sangat sistematis. Di saat yang sama dilakukan pelemahan nanti orang-orang yang akan mengeksekusi ini, sehingga nanti tidak ada pilihan KPK nanti akan hancur luar dalam," kata Tsani di tengah aksi #SaveKPK yang diikuti mahasiswa sejumlah kampus di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (12/9).

Baca juga: KPK Ungkap Tersangka Baru dalam Kasus Gubernur Kepri, Siapa?


Namanya Disebut Dalam Kasus TGB, Capim KPK Firli Bahuri: Apa Salah Saya?

Tsani tak setuju revisi UU KPK yang kini tengah bergulir sebagai bentuk penguatan lembaganya. Menurut dia, anggapan bahwa revisi menguatkan KPK tak lebih omong kosong belaka.

"Boleh orang luar kita akan memperkuat, tetapi nyatanya itu hanya omongan belaka. Setelah kampanye tercapai mereka membohongi rakyat dengan hal-hal seperti ini," ujar dia.

Di tempat yang sama, penyidik senior KPK Novel Baswedan menuturkan bahwa apa yang terjadi saat ini merupakan upaya memutar balik fakta.

Menurutnya segala cara pasti dilakukan untuk menggagalkan upaya korupsi. Dalam situasi ini dia meminta masyarakat Indonesia mendukung KPK dalam kerjanya.

"Sehingga, kita berpeluang untuk mendukung KPK. Mendukung upaya pemberantasan korupsi adalah suatu hak yang laik untuk diperjuangkan, suatu hal yang penting untuk dapatkan perhatian," lanjut Novel.

KPK mendapat sorotan di tengah proses seleksi capim dan revisi UU KPK. Dua hal itu mendapat kritik dari masyarakat sipil karena berpotensi melemahkan KPK.

KPK Ungkap Tersangka Baru dalam Kasus Gubernur Kepri, Siapa?

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu