•  

logo


Peran Kampus Dalam Pemberdayaan Petani Kopi

Industri makanan dan minuman saat ini berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Bahkan di saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, industri makanan dan minuman di tahun 2021 tetap tetap bertumbuh sebesar 3,49% di kuartal III tahun 2021 menuru

22 Oktober 2021 15:44 WIB

Kopi
Kopi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Industri makanan dan minuman saat ini berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Bahkan di saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, industri makanan dan minuman di tahun 2021 tetap tetap bertumbuh sebesar 3,49% di kuartal III tahun 2021 menurut data yang dilansir oleh BPS. Pertumbuhan industri makanan dan minuman juga diramalkan akan naik pada tahun 2022 seiring dengan membaiknya ekonomi karena penanganan pandemi yang semakin membaik yang berakibat pada menggeliatnya roda perekonomian karena tingkat konsumsi yang kembali pulih seperti sebelum pandemi.

Salah satu jenis industri makanan dan minuman yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah industri kopi. Industri kopi di Indonesia menjadi sangat menarik karena adanya startup kedai kopi Bernama Kopi Kenangan yang mendapatkan pendanaan dari venture capital secara berjenjang hingga ke pendanaan seri B sebesar 109 juta dollar dari Sequoia Capital India pada akhir tahun 2020 saat pandemi masih melanda Indonesia dengan hebatnya. Keberhasilan Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan dari investor ini tentu saja menarik minat banyak calon pengusaha untuk mendirikan usaha yang sama dan juga investor untuk menanamkan modal di kedai kedai kopi kekinian yang banyak menjamur saat ini.

Di sisi lain petani kopi sebagai salah satu aktor utama di industri kopi kerap ditinggalkan dalam booming industri kopi di Indonesia. Petani kopi masih harus menghadapai rumitnya distribusi hasil panen sampai masuk ke gelas konsumen. Terkait dengan hal ini maka kampus sebagai institusi pendidikan dapat menolong petani untuk bisa mendapatkan benefit dari pertumbuhan industri kopi yang ada di Indonesia. Bentuk bentuk kegiatan yang dapat dilakukan misalnya penyuluhan untuk peningkatan kualitas kopi olahan hingga pendampingan kegiatan marketing supaya petani dapat menjual produknya dengan trik trik marketing yang lebih menarik.


Melalui Koperasi, Kemenkop dan UKM Dorong Konsolidasi Petani Kopi

Salah satu kelompok mahasiswa asal BINUS University kampus Bekasi berusaha untuk terlibat dalam pemberdayaan petani kopi di Indonesia dengan memberikan pendampingan dalam kegiatan branding dan strategi promosi agar supaya produk kopi tersebut bisa bersaing di pasar. Adapun Talitha Shaumafasya mahasiswa jurusan Business Hotel Management BINUS Bekasi yang mencoba mendirikan startup yang dinamakan Q-Soul. Coach Rido Sarwono yang mendampingi Talitha dalam proses pengembangan bisnis di BINUS Incubator Bekasi mengatakan, “Talitha mempunyai ide dasar yang menarik yang ingin menyeimbangkan antara sisi bisnis industri kopi dengan tujuan sosial pemberdayaan petani kopi melalui strategi branding dan promosi.” “Hal ini tentu saja sesuai dengan visi BINUS 2035 yang fokus pada kegiatan fostering and empowering. Diharapkan startup yang dirintis oleh Talitha ini akan terus bertahan dan pada akhirnya mampu memperbaiki harkat hidup petani kopi di Indonesia”, pungkas Coach Rido.

BINUS Incubator sendiri merupakan unit inkubator bisnis di BINUS yang akan terus berkomitmen membantu mahasiswa mulai dari pencarian ide hingga peluncuran produk dengan menggunakan framework Startup Readiness Level yang telah dirumuskan oleh para dosen Entrepreneurship dan coach yang ada di BINUS Incubator.

Pelindo III Bangun Area Melasti untuk Warga Desa Adat Pedungan Bali

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma