logo


Ketahui Sebelum Terlambat, Cara Deteksi Autisme pada Anak Usia 1 Tahun

Perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan autistik adalah 4:1

12 Maret 2015 10:20 WIB

Ilustrasi Anak Autis
Ilustrasi Anak Autis

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Autisme bisa terjadi kepada siapa saja, tidak mengenal etnis, bangsa, keadaan sosial ekonomi, dan keadaan intelektualitas orangtua. Perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan autistik adalah 4:1. Autisme juga disebut sebagai gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, biasanya sudah menunjukkan gejala sebelum anak berusia tiga tahun. Bahkan seperti yang dilansir LA Times, kini sudah dibuat metode skrining untuk bayi berusia satu tahun.

Menggunakan daftar pertanyaan sederhana yang bisa diselesaikan dalam waktu 5 tahun, orangtua atau pengasuh anak diminta menjawab seputar perilaku anak yang meliput ada tidaknya kontak mata, suara, kata-kata, gestur, pengenalan objeK dan bentuk komunikasi lainnya. Metode skrining tersebut dikembangkan oleh tim dokter anak di San Diego, Amerika Serikat dan sudah diuji coba pada lebih dari 10.479 bayi berusia satu tahun. Para bayi tersebut merupakan pasien dari 137 dokter anak.

Secara umum, skrining yang dilakukan tersebut memiliki nilai prediksi mencapai 75 persen. Dari evaluasi yang dilakukan, 32 anak terdiagnosis autisme, 56 didiagnosa mengalami keterlambatan bicara, 9 anak menderita keterlambatan perkembangan dan 36 anak didiagnosa mengalami kelambatan perkembangan tipe lainnya.


Siapa Bilang Temulawak Bisa Tingkatkan Nafsu Makan, Ini Penjelasannya

Sementara itu anak-anak yang terdiagnosa autisme, mayoritas memulai terapi di usia 19 bulan yang sebenarnya sangat dini dibanding anak-anak lain. Seringkali orangtua baru membawa anak ke dokter saat anak sudah berusia tiga tahun dan itu artinya sudah terlambat.

Program skrining ini sangat menjanjikan karena bisa diimplementasikan dan secara virtual tidak ada biaya. Metode skrining ini juga bisa dilakukan pada praktik klinik sehari-hari. Ada bukti-bukti kuat bahwa terapi yang dilakukan lebih dini memiliki efek yang positif pada perkembangan otak. Itu sebabnya kesempatan untuk mendiagnosa dan memulai terapi pada saat anak berusia sekitar setahun sangat penting untuk meningkatkan potensi tumbuh kembang anak.

Gawat! Ini yang Terjadi Jika Anak-anak Sering Terpapar Polusi Udara

Halaman: 
Penulis : Hasballah