logo


Kalimantan dan Sumatera Kena Kabut Asap, Ditjen Hubud Pastikan Operasional Bandara Normal

Di sejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

11 September 2019 19:33 WIB

Kabut asap di bandara
Kabut asap di bandara Kementerian Perhubungan

Hal serupa juga terjadi di Bandar Udara, H Asan Sampit, Kalimantan Tengah, kondisi saat ini penerbangan masih berjalan normal.

“Meski ada maskapai yang sempat mengalami delay selama 1 jam karena masalah operasional. Pada pukul 14.47 visibility masih 7 km, asap sekitar runway 13 cukup tebal namun di runway 31 masih normal,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit, Havandi Gusli.

Menurut Havandi, penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sampit sudah ditangani oleh 2 mobil damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), 1 unit milik Pemda dan 1 unit lagi milik PKP-PK bandara, juga ada 2 heli water bombing yang masih bekerja memadamkan titik api.


Diluncurkan, Ini Bocoran Harga Mobil Esemka

Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara Tebelian, Sintang Kalimantan Barat, Patah Atabri, penerbangan masih berjalan normal dengan visibility mencapai 1000 hingga 3000 meter. “Kalau dua hari yang lalu, maksapai ada yang cancel karena cuaca gelap dan memutuskan RTB ke Pontianak,” jelasnya.

Patah mengatakan, maskapai Wings Air dan Nam Air berhasil landing dengan selamat. “Untuk memastikan kondisi, kami melakukan rapat koordinasi dengan BMKG, AirNav, maskapai untuk memastikan kondisi yang paling aman untuk landing pesawat, Alhamdulillah, calon penumpang tetap sabar menunggu kondisi aman untuk melakukan penerbangan,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), Japura Rengat, Indragiri Hulu Riau, Capt Mochammad Kurniawan mengatakan, dampak kabut asap tidak terlalu parah, visibility mencapai 5 kilometer.

“Memang tidak ada penerbangan, tapi kita standby khususnya untuk helikopter BNPB untuk melakukan water bombing,” jelasnya.

Satu Bus Terbakar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ditjen Hubud Lakukan Investigasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata