logo


Kalimantan dan Sumatera Kena Kabut Asap, Ditjen Hubud Pastikan Operasional Bandara Normal

Di sejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

11 September 2019 19:33 WIB

Kabut asap di bandara
Kabut asap di bandara Kementerian Perhubungan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menghasilkan kabut asap mulai berdampak pada aktifitas penerbangan di sejumlah bandar udara di wilayah Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan operasional penerbangan di bandara yang terdampak berjalan normal.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, hingga hari ini, Rabu (11/09), di sejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait sehingga semua tim dapat disiapsiagakan dan dapat segera menginformasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal–hal yang mengganggu penerbangan,” tegas Polana.


Diluncurkan, Ini Bocoran Harga Mobil Esemka

Polana berharap, semua pihak seperti Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), AirNav dan maskapai tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Saya imbau untuk semua pihak agar mematuhi aturan yang berlaku, keselamatan adalah yang paling utama, No Go item," tegas Polana.

Sementara itu, Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rahadi Usman Ketapang, Kalimantan Barat, Donny S Haris mengatakan, kondisi saat ini lebih baik dibandingkan 4 hari yang lalu, jarak pandang hanya 500 meter terjadi pada pukul 06.00–08.00 WITA, akibatnya sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay) hingga 4 jam.

“Kondisi saat ini, terjadi delay paling lama 1 sampai 1,5 jam, kami juga membagikan masker kepada pengguna jasa dan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian, Pemprov Kalbar dan stakeholder terkait dalam penanganan kabut asap,” jelasnya.

Penerbangan di Bandara Rahadi Usman saat ini dilayani dua maskapai yaitu Nam Air dengan rute Ketapang–Pontianak (PP), Ketapang–Semarang (PP), Wing Air dengan rute Ketapang–Pontianak (PP).

Satu Bus Terbakar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ditjen Hubud Lakukan Investigasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata