logo


Berangsur Kondusif, Layanan Internet Seluruh Papua Barat Dibuka

Dua kota terakhir yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong

11 September 2019 16:45 WIB

Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo, Ferdinandus Setu
Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo, Ferdinandus Setu Dok. Jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah akhirnya membuka kembali seluruh layanan data yang diselenggarakan oleh operator seluler di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat. Hal ini dilakukan setelah situasi dan kondisi keamanan sudah kondusif.

Kebijakan ini telah diberlakukan di 13 kabupaten/kota di provinsi tersebut, pada Rabu (11/9) pukul 16.00 WIT. Setelah sehari sebelumnya, Selasa (10/9) baru 11 kabupaten yang dibuka layanan data internet secara bertahap sejak dilakukan pembatasan pada 21 Agustus 2019.

Menurut Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dua kota terakhir yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong, akhirnya dibuka layanan data internetnya setelah mendapatkan kepastian mengenai kondusifitas kedua wilayah pada Rabu (11/9) siang.


Tokoh Papua ke Benny Wenda: Tidak Punya Hak untuk Mengatur Tanah Papua

Dia juga menambahkan sebanyak 11 kabupaten yakni Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong telah dibuka secara bertahap sejak tanggal 4 September 2019.

Pria yang biasa panggil Nando juga penjelaskan hingga hari untuk wilayah Provinsi Papua, pembatasan layanan data internet masih dilakukan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

"Pemerintah akan terus memantau situasi dan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan" kata Nando.

Perlu diketahui dari 29 Kabupaten/kota di wilayah Papua, sebanyak 27 Kabupaten yang telah dibuka kembali layanan data internet secara bertahap diantaranya di Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Dari data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika kabar hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren penurunan.

Untuk menangkal berita berita hoaks, pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi bersifat kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali secara total seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung.

Buru Veronica Koman, Mabes Polri Surati Interpol Terbitkan 'Red Notice'

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman