logo


Pemprov DKI Sebut Pejalan Kaki Nyaman Jika Ada PKL di Trotoar

Ukuran trotoar yang bisa ditempati PKL adalah trotoar yang lebar. Trotoar ukuran kurang dari 1,5 m hanya khusus untuk pejalan kaki.

11 September 2019 16:20 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut pejalan kaki tidak terganggu jika ada pedagang kaki lima (PKL) berdagang di trotoar lebar. Bahkan, pejalan kaki diklaim bisa merasa lebih nyaman.

"PKL yang baik itu, yang bisa berkolaborasi dengan pejalan kaki. Coba kamu jalan kaki dari mulai Thamrin ke Sudirman, gede-gede kan. Sepanjang itu nggak ada PKL, nggak ada makanan. Asin kan?" ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, dilansir dari detikcom, Rabu (11/9).

Pejalan kaki disebut bisa membeli makanan atau minuman ketika beristirahat di trotoar. Hal itu, kata Hari, memberi rasa nyaman kepada pedestrian.


Hari Kedua Ganjil-Genap: "Sosialisasi Satu Bulan, Masih Belum Tahu juga?"

"Nah kalau seandainya kamu jalan, terus di situ ada kayak kotak foodtruck atau apa yang bersih, ada minuman, ada apa. Kan duduk di bangku sambil minum, jalan lagi. Sebenarnya itu tadi membantu, membantu pejalan kaki nyaman. Tapi kalau memang jalannya cuma 1,5 meter, ya itu bukannya membantu, tapi menghalangi," ucap Hari.

Pemprov akan menerapkan beberapa peraturan bagi PKL yang nantinya berdagang di trotoar. Peraturan itu akan dibahas oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (KUMKMP).

"Nah itu nanti mungkin bisa juga pembatasan waktu atau mungkin jenis makanan, kemudian desain tempat makannya, itu macam-macam. Jadi memang ya ke depan kita mau tata Jakarta, wajah baru Jakarta, memang harus berubah," kata Hari.

Hari menjamin ukuran trotoar yang bisa ditempati PKL adalah trotoar yang lebar. Trotoar ukuran kurang dari 1,5 m hanya khusus untuk pejalan kaki.

"Itu kan sedang kita kaji dulu kalau kita bicara trotoar itu kan 1,5 m kalau kita bicara UU 22 (tahun 2009) ataupun UU 38 (tahun 2004) itu bahwasanya itu trotoar itu hak pejalan kaki, sudah nggak diganggu gugat apalagi putusan MA memenangkan itu," kata Hari.

Hari Ini, Jakarta Masuk 3 Besar Kota Paling Berpolusi di Dunia, Nomor...

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu