logo


Kemenkes Larang Rokok sebagai Sponsor, Lantas Bagaimana dengan Alkohol dan Junk Food?

"Produk-produk itu jelas tidak boleh ikut dalam sponsor event. Kalau produk susu boleh-boleh saja. Tapi, ya memang belum ada peraturan terkait itu,"

11 September 2019 10:39 WIB

Kemenkes Anung S
Kemenkes Anung S Berita Seputar Bali

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menanggapi kasus eksploitasi anak oleh PB Djarum, Kemenkes Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Perlindungan Penyakit, mengungkapkan pendapatnya terkait kesehatan anak-anak.

"Point bagi kami adalah melindungi anak-anak. Tidak apa-apa silahkan ikut audisi. Hanya saja anak-anak harus dilindungi agar informasi tentang rokok tidak sampai disalahartikan," ungkapnya seperti yang dilansir detikhealth, Rabu (11/9).

Kembali Anung menambahkan bahwa kebijakan tentang promosi dan produk rokok telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah tahun 2011 dan 2012. Jadi, Anung menyimpulkan bahwa kaos anak-anak yang bertuliskan Djarum sudah tidak lagi sesuai dengan Peraturan Pemerintah.


Ganjar Pranowo: Saya Juga Ingin Anak-anak di Jawa Tengah Turut Merasakan Jadi Juara Bulutangkis

"Djarum sudah cukup menunjukan ke produk tertentu. Tidak perlu lagi dijelasin lebih lanjut. Makanya kami akan melindungi anak demi kesehatan mereka," tambahnya.

Namun, sejauh ini belum ada larangan sponsor alkohol dan produk junk food. Padahal, Anung pun menjelaskan bahwa produk alkohol dan junk food sebenarnya tidak diperbolehkan mensponsori berbagai event.

"Produk-produk itu jelas tidak boleh ikut dalam sponsor event. Kalau produk susu boleh-boleh saja. Tapi, ya memang belum ada peraturan terkait itu," imbunhnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas), perokok remaja pada tahun 2013 adalah 7,3% dan naik di tahun 2018 menjadi 9,1. Demi meningkatkan angka kesehatan anak-anak, Kemenkes berusaha sebaik mungkin dalam menjaga anak-anak untuk terhindar dari rokok.

"Target kita turun 5%, kalau ini sampai bertambah maka tugas kami untuk melindungi anak-anak," jelas Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, seperti yang telah dilansir detikhealth, Rabu (11/9).

  

GM FKPPI: Mainnya KPAI Kurang Jauh sih, KPAI Kurang Piknik

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin