logo


Ada Polisi di Kantor DPP Golkar, Mustafa Klarifikasi, "Berawal dari Bom Molotov..."

Simak berita selengkapnya

10 September 2019 19:01 WIB

Ilustrasi, bendera Partai Golkar.
Ilustrasi, bendera Partai Golkar. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal PP Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Mustafa M. Radja menanggapi pelaporan Kapolres Jakarta Barat oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan AMPG ke Komisi III DPR.

Menurutnya, kehadiran polisi di kantor DPP Partai Golkar yang kemudian dipersoalkan oleh sejumlah oknum tersebut, merupakan tanggungjawab Kamtibmas pihak Kepolisian.

Baca Juga: Soal Polemik PB Djarum dan KPAI, Anang Hermansyah: KPAI Secara Kritis....


Soal Kabinet, Golkar Tak 'Mengemis' ke Jokowi

"Kehadiran Polisi di DPP PG itu berawal dari ada kejadian yaitu bom molotov. Maka demi menjaga situasi dan keamanan masyarakat sekitarnya, maka jumlah polisi ditambahkan. Jumlah personilnya," kata Mustafa di Jakarta, Selasa (10/9).

Selain itu, kata Mustafa, ada juga keluhan dari masyarakat sekitar, mengenai aksi yang kerap dilakukan sekelompok massa di Kantor DPP Partai Golkar. masyarakat sekitar disebutnya resah dengan aksi-aksi semacam itu.

"Oleh karena itu, masyarakat pernah mendatangi DPP PG untuk meminta agar dapat merapikan para kader yang menggunakan seragam partai GOLKAR (AMPG)," tuturnya.

Soal Mobil Esemka, Ridwan Kamil Bilang, "Kami Akan Dukung dan Bantu untuk Mempopulerkan"

Mustafa memastikan, polisi sampai saat ini bersikap netral dan tidak ikut-ikutan dalam persolan internal Partai Golkar.

Kehadiran aparat kepolisian itu hanya sebagai penengah jika terjadi perbedaan pendapat yang mengarah pada benturan fisik.

"Polisi juga bertugas sesuai wilayah kerjanya karena kantor DPP Golkar ada di daerah Jakarta Barat sehingga Polres Jakarta Barat memiliki kewajiban untuk memberikan kenyamanan Kamtibmas di lingkungan masyarakat anggrek neli," tutur Mustafa.

Mobil Esemka Kena Nyinyir Gerindra, Golkar: Tak Punya Prestasi ya Hanya Bisa Nyinyir

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata