logo


Susi Susanti: Berarti Saya adalah Hasil Eksploitasi?

"Jika ini dikategorikan eksploitasi berarti saya adalah hasil eksploitasi? Kita kembalikan ke masyarakat. Apakah masyarakat merasa bahwa jika kami memberikan prestasi kepada bangsa, apakah itu eksploitasi?"

10 September 2019 15:29 WIB

KRJogja

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Susi Susanti bantah ungkapan KPAI yang menyatakan bahwa PB Djarum mengeksploitasi anak melalui program beasiswanya. Pasalnya atlit bulutangkis yang legendaris ini juga merupakan alumni PB Djarum.

"Tidak ada eksploitasi. Itu sudah keinginan anak dan orang tua. Kalau soal eksploitasi itu urusannya dengan orang tua masing-masing, bukan dengan PB Djarum. Saya bisa tanyakan ke orang tuanya," tutur wanita peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, di GOR Satria Purwokerto, Senin (9/9).

Sudah dilatih di klub ternama PB Djarum sejak usia enam tahun, Susi yang berperan sebagai pemandu bakat Audisi Umum PB Djarum di GOR Satria Purwokerto mengakui bahwa untuk mencetak atlit itu membutuhkan proses dan tidak instan. Atlit dunia tidak boleh disamakan dengan kontesan idol karena atlit dididik untuk disiplin dan konsisten.


Kak Seto Sindir PB Djarum, Menpora Lekas Bela PB Djarum

"Tidak bisa kalau sudah berumur 18 tahun baru dilatih dan dididik untuk jadi atlit. Atlit bukan idol. Olahraga itu tentang kemampuan dimana setiap hari kita harus berlatih, harus kuat, dididik untuk disiplin, rajin, bekerja keras. Semuanya itu ditanamkan dari dini. Bukan dalam hitungan hari saja, terus nangis-nangis dan kalau mendapat dukungan banyak lewat SMS jadi pemenang. Bukan. Bulutangkis itu membentuk karakter anak jadi mandiri dan sportif," jelasnya.

Kenangan mencetak prestasi lewat Djarum, membuat Susi semakin menumpahkan seluruh perasaannya saat itu juga.

"Jika ini dikategorikan eksploitasi berarti saya adalah hasil eksploitasi? Kita kembalikan ke masyarakat. Apakah masyarakat merasa bahwa jika kami memberikan prestasi kepada bangsa, apakah itu eksploitasi? Ini bukan eksploitasi tapi pembinaan" ungkapnya.

Akhirnya, Susi Susanti pun berharap agar Indonesia seperti Tingkok yang mana para atlitnya dibiayai oleh negara sejak kecil dan diberi pensiun di hari tuanya.

"Semua anak kecil dibiayai Pemerintah bahkan dijamin hari tuanya. Lha Indonesia, saat kita latihan, kita yang tanggung biaya sendiri," pungkasnya.

Tidak Terima #bubarkanKPAI jadi Trending Topic Twitter, KPAI Susul #KamiBersamaKPAI

Halaman: 
Penulis :