logo


Uji Militer Gabungan Korsel-AS, Korea Utara Kembali Dibujuk Diskusi oleh Trump

Pasalnya saat Korea Utara dan AS masih dilanda kebisuan diantara keduanya, Pyongyang justru melakukan uji coba senjata baru bulan Agustus lalu. Alasannya adalah untuk memancing militer gabungan AS-Korsel

10 September 2019 10:51 WIB

Kim Jong Un dan Donald Trump seharusnya berunding kembali sebelum negara-negara lain ikut dirugikan
Kim Jong Un dan Donald Trump seharusnya berunding kembali sebelum negara-negara lain ikut dirugikan Lelemuku

WASHINGTON DC, JITUNEWS.COM - Setelah kemiliteran Amerika Serikat dan Korea selatan digabungkan, Korea Utara pun geram hingga menembakan serangkaian rudal kepada AS. Hal inilah yang menyebabkan AS dan Korut sempat perang dingin selama beberapa bulan. Padahal, Donald Trump dan Kim Jong Un sempat mendiskusikan program nuklir dan rudal Pyongyang di Hanoi Februari lalu sebelum akhirnya saling berdiam diri.

Tiga bulan setelahnya, tepatnya bulan Juni lalu, Presiden AS dan Presiden Korea Utara berjanji akan merundingkan soal nuklir lagi di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Namun, hingga kini keduanya tidak menyepakati janji tersebut.

Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, sangat berharap bahwa Korea Utara masih bersedia berunding kembali dengan AS pekan mendatang.


Adjeng Ratna Suminar, Sosok Perempuan dan Politisi Tangguh

"Harapan kami adalah supaya AS dan Korea Utara dapat kembali menyatu dengan baik dalam merundingkan rudal dan nuklir pekan mendatang. Sejauh ini Pimpinan Kim akan terus berkomitmen untuk melakukan proses denuklirisasi. Semoga bisa mendapat hasil terbaik," ujar Mike Pompeo di acara "This Week" yang ditayangkan di stasiun "TV ABC", Selasa, (10/9).

Pasalnya saat Korea Utara dan AS masih dilanda kebisuan diantara keduanya, Pyongyang justru melakukan uji coba senjata baru bulan Agustus lalu. Alasannya adalah untuk memancing militer gabungan AS-Korsel

Kini, Trump kembali memberikan isyarat untuk mengajak berunding kembali dengan Korea Utara demi beberapa negara yang ikut dilibatkan akan konflik dua negara ini. Hal ini juga bertentangan dengan kesepakatan kedua belah pihak di Pertemuan Tinggi antar Korea (inter-Korea Summit) dan Pertemuan Tinggi Korut-AS (US-DPRK) 2018-2019.

 

Mengukur Jurkam Seleb Cagub DKI, Koalisi Mana Lebih Kuat?

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin