logo


PB Djarum vs KPAI, Siapa Sebenarnya yang Salah?

PB Djarum dan KPAI masing-masing memberi klarifikasi atas kebijakan yang telah dipilhnya.

9 September 2019 15:24 WIB

PB Djarum pamit saat Konferensi Pers di Purwokerto
PB Djarum pamit saat Konferensi Pers di Purwokerto Motivasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah dituduh mengeksploitasi anak-anak oleh KPAI, Persatuan Bulutangkis dari Djarum, atau yang lebih familiar dengan PB Djarum, memutuskan untuk memberhentikan program beasiswa Djarum. Hal ini sontak menggemparkan warga Indonesia. Pasalnya atlit-atlit nasional yang berkiprah di dunia internasional dan dikenal dunia kebanyakan adalah jebolan dari PB Djarum. Sebut saja Liem Swiking, Haryanto Arbi, Alan B Kusuma, Minarti Timur, Sigit Budiarto, Enghian, M.Ahsan, dan Kevin Sanjaya. Kedelepan atlit tersebut berhasil meraih prestasi untuk kejuaraan Thomas Cup, All England dan Olimpiade.

Tahun 2019 ini pun menjadi tahun terakhir diselenggarakannya Audisi PB Djarum yang diperuntukkan Putra-Putri Indonesia. Sehingga pada tahun 2020, tidak ada lagi beasiswa Djarum. Walaupun hanya diberhentikan sementara waktu, diharapkan semua pihak dapat menjernihkan pikiran untuk hal ini.

“Audisi di Purwokerto ini adalah audisi umum yang terakhir kita laksanakan. Saya pamit sementara waktu dan tahun 2020 mendatang program ini saya berhentikan. Memang disayangkan banyak pihak, tapi sebaiknya memang jangan diteruskan dulu demi menjernihkan pikiran dan kebaikan kita bersama. Kita sudah memutuskan seperti itu diterima atau tidak, ya kita sudah deal,” tegas Yoppi Rosmini selaku Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation saat Konferensi Pers Audisi Umum PB Djarum di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9).


Melihat Peluang Juventus Dapatkan Jasa De Gea Secara Cuma-cuma

Setelah Djarum mantap akan keputusannya untuk tidak lagi mengadakan program beasiswa PB Djraum, KPAI pun memberi klarifikasi bahwa yang diminta KPAI hanya untuk tidak melihatkan logo rokok dari Djarum, entah di kaos, tas raket, lapangan, atau dimanapun, seharusnya logo atau lambang itu tidak seharusnya diperlihatkan.

“Ya memang dampaknya tidak langsung hari ini juga. Tapi bagaimana nasib mereka yang mengidolakan atlit jebolan dari pabrik rokok? Dengan ini saja mereka jadi bersahabat dengan rokok. Lagipula kami hanya minta untuk tidak memperlihatkan logonya dari mulai brand color dan lainnya. Kalau masih tidak diturunkan ya jangan salahkan kami untuk menegur,” jelas Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, Purwokerto, Senin (9/9).  

Ramai #bubarkanKPAI, KPAI: Saya Tidak Mengerti Logikanya ke Mana?

Halaman: 
Penulis :