logo


Jokowi Dikritik Tak Tegas Dalam Sikapi Revisi UU KPK, "Mestinya Sebagai Presiden..."

Berikut pernyataan lengkapnya

9 September 2019 09:00 WIB

IG @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Feri Amsari meminta Presiden Jokowi secara tegas untuk menolak revisi UU KPK. Menurutnya wacana tersebut hanya akan melemahkan KPK.

"Usul saya, presiden harus berpidato di depan teman-teman media menyatakan kejelasan sikapnya apakah dia berencana terlibat dalam upaya mengubah UU KPK yang berujung matinya KPK, atau presiden mewakili aspirasi publik menolak perubahan ini," kata Feri, dikutip dari laman Liputan6 (09/09)

Lebih lanjut Feri mengatakan bahwa selama ini sikap Jokowi dinilai tak jelas dalam menentukan apakah dirinya setuju atau menolak dengan revisi UU KPK.


Tolak Revisi UU KPK, PSI: "Andai Kami di DPR Pasti Akan Kami Lawan..."

"Mestinya presiden sebagai alternatif aspirasi publik dalam pembentukan peraturan UU menolak gagasan perubahan atau revisi dari UU KPK. Sikapnya tegas ini harus tegas. Selama ini presiden selalu swing ya, tidak jelas sikapnya dalam hal KPK ini," ungkapnya.

Banyak pihak yang sudah secara terang-terangan menolak rencana tersebut, salah satunya dari Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, yang mengungkapkan bahwa partainya menolak revisi UU KPK.

"Setelah membaca draft revisi, saya semakin yakin bahwa bisa melumpuhkan KPK. Berbahaya bagi kelangsungan demokrasi yang membutuhkan pemerintahan yang bersih," kata Tsamara

Tolak Revisi UU KPK, PSI Tegaskan, "Upaya Pelemahan Lebih Kental di Sini"

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma