logo


Tolak Revisi UU KPK, PSI Tegaskan, "Upaya Pelemahan Lebih Kental di Sini"

Simak berita selengkapnya

9 September 2019 08:27 WIB

Ketua DPP PSI Tsamara Amany.
Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Revisi UU KPK banyak mendapat penolakan, termasuk dari Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany. Bahkan, secara terang-terangan ia menegaskan menolak revisi usulan DPR tersebut.

Pasalnya, ia beranggapan revisi UU KPK merupakan upaya untuk melemahkan bahkan melumpuhkan pemberantasan korupsi yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Soal Gejolak Papua, Rizieq Shihab: Jangan Alihkan Isu Papua ke ISIS


Ruki Bantah Tudingan soal Revisi UU KPK, DPR: Aneh

Rizieq Shihab ke Pengikutnya, "Jangan Takut Ancaman"

"Kita tahu bahwa upaya revisi ini adalah pintu untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Setelah membaca draf revisi, saya semakin yakin bahwa bisa melumpuhkan KPK. Berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi yang membutuhkan pemerintahan yang bersih," jelas Tsamara di Jakarta, (8/9).

"Kalau kami berada di DPR, pasti kami dengan tegas akan lawan segala upaya tersebut," sambungnya.

Meskipun begitu, ia tidak keberatan jika upaya membuat KPK lebih transparan. Hal ini dikarenakan, tidak ada manusia atau lembaga yang sempurna.

Akan Tulis Surat ke Presiden, Elza Syarief: Harga Diri Saya Mahal, Semua Orang Miskin.....

"Kami sadar bahwa upaya pelemahan lebih kental di sini. Revisi UU KPK harus ditolak," tukasnya.

Tolak Revisi UU KPK, PSI: "Andai Kami di DPR Pasti Akan Kami Lawan..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata