logo


Alumni Lemhanas PPRA ke-41 Gelar Diskusi Bahas Papua

Mengatasi problem di Papua perlu orang-orang yang sangat paham tentang Papua

9 September 2019 01:16 WIB

Alumni Lemhanas PPRA ke-41 kemarin, Minggu (8/9) menggelar diskusi di Sekretariat Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) PPRA ke-41 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.
Alumni Lemhanas PPRA ke-41 kemarin, Minggu (8/9) menggelar diskusi di Sekretariat Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) PPRA ke-41 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Dok. Jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Alumni Lemhanas PPRA ke-41 kemarin, Minggu (8/9) menggelar diskusi di Sekretariat Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) PPRA ke-41 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Diskusi digelar untuk membicarakan persoalan-persoalan bangsa kekinian sekaligus silaturahmi antar alumni.

Ketua Ikatan Alumni Lemhannas PPRA ke-41, Adjeng Ratna Suminar dalam kesempatan itu mengatakan, diskusi tersebut merupakan diskusi rutin yang digelar. Tujuannya adalah untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam mengatasi persoalan bangsa.


Widodo Sigit Pudjianto, Anggota Alumni Lemhanas (IKAL) 49 Raih Gelar Doktor

"Diskusi kali ini lebih banyak membicarakan persoalan Papua dan Papua Barat yang memang cukup penting untuk dicarikan solusinya. Selain itu, tema lain yang diangkat adalah mengenai reformasi agraria dan soal pendidikan," ujar Adjeng kepada wartawan, Minggu (8/9).

Dalam diskusi, Letjen (Purn) Erwin Syafitri menekankan mengenai soliditas TNI-Polri serta segenap aparatur pemerintahan untuk mengatasi persoalan Papua dan Papua Barat yang belakangan mengalami rusuh. Mantan Wakasad yang punya banyak pengalaman di Papua ini menjelaskan bahwa menyelesaikan persoalan Papua harus dilakukan secara menyeluruh oleh alat negara, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

"TNI, Polri, dan segenap unsur negara harus bersama-sama bekerja. Menyelesaikan problem di Papua tidak bisa dilakukan secara parsial," ujar Erwin.

Erwin juga mendukung pengangkatan Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Menurutnya Mayjen Herman merupakan sosok yang tepat untuk mengatasi keamanan di Papua pasca rusuh, apalagi Mayjen Herman merupakan putra daerah Papua.

Sementara itu mantan Pangarmatim Laksamana Muda TNI (Purn) Sri Mohamad Darojatim menilai persoalan Papua dan Papua Barat harus dilihat juga dari faktor kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu pensiunan laksamana bintang 2 ini mengingatkan bahwa sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 bahwa segala yang terkandung di alam Indonesia harus dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, dari matra udara ada mantan Dankorpaskhas, Marsekal Muda TNI (Purn) Mujahidin Harpin Ondeh yang juga memberikan pendapatnya untuk mengatasi persoalan di Papua. Harpin berharap kejadian di Papuan tidak berulang kembali.

"Mengatasi problem di Papua perlu orang-orang yang sangat paham tentang Papua dan memiliki pengalaman serta wawasan yang mendalam tentang Papua sehingga jalan keluar dalam mengatasi masalah di Papua sesuai dengan yang dibutuhkan," ujar Harpin.

Sementara itu, Sekretaris IKAL PPRA ke-41, Gunter mengatakan, selain mendiskusikan persoalan bangsa kekinian. Dalam diskusi juga disepakati merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Adjeng Ratna Suminar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), meskipun pada akhirnya penetapan nama Wantimpres maupun kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi.

Terima Penghargaan Pin Tanda Alumni Kehormatan Lemhanas, Puan Maharani Sosok Inovatif

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan