logo


Bangun Komunikasi dengan Warga Papua, Panglima TNI: Sakitnya Bapak Ibu, Sakitnya Saya Juga

Simak berita selengkapnya

8 September 2019 15:10 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Jitunews/Latiko A.D

PAPUA, JITUNEWS.COM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bangun komunikasi dengan Bupati Jaya Wijaya John Richard Banua, Tokoh Agama, Tokoh adat, Tokoh wanita, tokoh pemuda serta elemen masyarakat lainnya, bertempat di kantor Bupati Jaya Wijaya, Papua, Sabtu (7/9/2019).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pertemuan menyampaikan, akan menampung semua aspirasi dari masyarakat Papua, terkait dalam mengatasi situasi keamanan yang sempat memanas beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Gerinda Pertanyakan Keaslian Mobil Esemka, Istana Jawab, "di Mana Masalahnya Mobil Ini?"


Fadli Zon Beri Pernyataan Baru Terkait Papua

“Dengan adanya peristiwa itu yang melanda Papua, saya bersama dengan bapak Kapolri wajib mendatangi dan berdialog dari hati ke hati, saya juga harus melihat dan memandang Papua adalah sebagai bagian dari integral NKRI,” ujar Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa bapak dan Ibu memiliki hak dan hukum yang sama serta rasa aman yang sama, khusus keamanan sesuai konstitusi yang diembankan oleh negara kepada TNI. “Saya harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, sehingga sakitnya bapak dan ibu, adalah sakit saya dan itu adalah tugas saya,” jelasnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, rasa aman yang di Sumatera sama dengan yang di Papua, semuanya sama sehingga tidak ada yang mengganggu warga negara Indonesia dalam melakukan aktivitas. “Tidak ada yang mengintimidasi dan tidak ada yang melakukan intimidasi dalam kegiatan agamanya maupun yang lainnya,” tegasnya.

Mobil Esemka Dikira Jiplak Mobil China, Netizen: Gakpapa, Toh Hidup Ini Menang Harus Jiplak

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Indonesia adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, dari Sabang sampai Merauke, dari rote sampai miangas berjajar pulau-pulau. Semua diikat dalam kesatuan Bhinneka Tunggal Ika. “Kita berbeda-beda tetapi tetap satu dan satu itu adalah kekuatan, sehingga kita harus mengimplementasikan dalam satu kesatuan NKRI" pungkasnya.

Panglima TNI Bersama Tokoh Masyarakat dan Kepala Daerah Berlayar di Laut Papua

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata