logo


Tanggapi Ketua KPK, Fahri Hamzah: Ekspresi Frustrasi

Fahri menilai KPK antikritik

7 September 2019 10:50 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua KPK, Agus Rahardjo, menolak revisi Undang Undang nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dan menyinggung kasus terbanyak berasal dari DPR-DPRD.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyebut pernyataan pimpinan KPK tersebut sebagai ekspresi frustasi.

"Saya coba jelaskan sedikit pandangan terhadap rasa frustrasi ketidakmampuan memberantas korupsi. Saya anggap bahwa konpres KPK ekspresi frustrasi karena tidak mampu memberantas korupsi. Jadi kalau kita belum bicara dalam perspektif sistem maka persoalan yang diamanatkan masyarakat dan UU tidak bisa kita selesaikan cepat. Bukan keadaan yang kita salahkan tapi pejabat publik dapat amanah itulah yang harus dipersalahkan," kata Fahri kepada wartawan, Jumat (6/9).


Fahri Hamzah Sebut Revisi UU KPK Atas Permintaan Internal KPK

Fahri mengatakan bahwa anggaran untuk operasional KPK sangat besar. Menurutnya, KPK tidak mau disalahkan terkait masih banyaknya kasus korupsi di Indonesia.

"Kalau selama 17 tahun berdiri, korupsi justru tidak bisa selesai. Salahkanlah kemampuan menyelesaikan masalah. Sebab rakyat menagih kenapa masalah tidak selesai. Itu saya kira penjelasan paling rasional, supaya penyelesaian masalah menjadi isi otak dan mental pejabat kita, bukan dibalik," tutur Fahri.

Fahri menyebut KPK seperti tidak ingin dikritik meski dengan hasil kerja yang minim.

"Jadi ada kesan lebih baik masalah tambah banyak, supaya institusi tetap ada. Petugasnya tetap digaji, bahkan petugasnya secara tidak bertanggung jawab menjadikan lembaga negara sebagai tempat berjuang. Dalam pengertian menjadikan lembaga negara pahlawan di tempat tersebut," terangnya.

KPK Menaruh Harapan Besar Kepada Jokowi Terkait Revisi UU

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata