logo


KPK Menaruh Harapan Besar Kepada Jokowi Terkait Revisi UU

KPK berharap besar kepada Presiden untuk membantu menghentikan pembahasan revisi UU tersebut.

6 September 2019 21:12 WIB

Jokowi menerima pimpinan KPK di Istana Bogor pada Rabu (4/7).
Jokowi menerima pimpinan KPK di Istana Bogor pada Rabu (4/7). Twitter @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana revisi Undang-Undang KPK yang tengah bergulir di DPR. Lembaga Antirasuah berharap besar kepada Presiden untuk membantu menghentikan pembahasan revisi UU tersebut.

"KPK telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden. Sampai saat ini kita masih sering mendengar pernyataan Presiden yang tegas tidak akan melemahkan KPK. Komitmen itulah yang sangat kita harapkan bersama," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Jumat, (6/9).

Baca juga: Fadli Zon Beri Pernyataan Baru Terkait Papua

Agus mengatakan pemberantasan korupsi akan sangat berpengaruh terhadap program-program pemerintah. Termasuk dalam bidang ekonomi.

Pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang konsisten merupakan faktor penting dalam membangun kepastian hukum. Faktor ini selalu menjadi pertimbangan para investor baik dari dalam maupun luar negeri lantaran korupsi merupakan biaya tambahan yang membebani para pelaku usaha.


Menteri ESDM Akan Bangun 1.000 Sarana Air Bersih pada Tahun 2020 Mendatang

"Di tengah upaya Presiden meyakinkan para investor untuk menanamkan modal di Indonesia, penguatan pemberantasan korupsi akan menjadi bagian dari strategi tersebut," jelas Agus.

Seperti diwartakan Medcom, KPK memahami pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penindakan. Pemberantasan korupsi juga melingkupi upaya-upaya pencegahan dengan pembenahan terhadap sistem yang ada.

Agus sangat berharap Jokowi mau melindungi KPK dari upaya pelemahan melalui revisi UU. Keberlanjutan Lembaga Antikorupsi sangat tergantung kepada pimpinan tertinggi. Termasuk revisi UU KPK ini tak akan bisa disahkan jika Presiden tidak bersedia menyetujuinya.

"Kami percaya, Presiden Joko Widodo tidak akan membiarkan anak reformasi ini tersungkur, lumpuh dan mati," ujarnya.

Satu Bus Terbakar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ditjen Hubud Lakukan Investigasi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu