logo


Soal Esemka, Jokowi: Akan Lebih Baik Kalau Perusahaan Swasta

Pemerintah tidak memberikan bantuan dana untuk produksi Esemka

6 September 2019 13:45 WIB

Presiden Joko Widodo mencoba mobil Esemka bernama Bima di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jumat (6/9).
Presiden Joko Widodo mencoba mobil Esemka bernama Bima di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jumat (6/9). Instagram @jokowi

BOYOLALI, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menanggapi soal mobil Esemka apakah akan dijadikan mobil nasional.

"Tanya Pak Menperin (Airlangga Hartarto)," kata Jokowi di Pabrik Esemka, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9).

Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tidak memberikan bantuan dana untuk produksi Esemka. Menurutnya, perusahaan ini bisa lebih baik jika produksi sendiri.


Airlangga Sebut Esemka Bisa Gerakkan Perekonomian Daerah

"Nggak ada, ini adalah akan lebih baik kalau perusahaan swasta, ya mandiri. Berani berkompetisi. Akan bisa survive kalau punya produksi baik. Tapi memang punya keunggulan ini brand dan principal Indonesia," ujar Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini memuji produksi pertama mobil Esemka, yakni mobil berjenis pikap dengan silinder 1.200 cc dan diberi nama Bima.

"Ini pikap. Karena pasarnya lebih besar, mungkin pikap sehingga didahulukan," ucap Jokowi.

Sementara itu Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Eddy Wirajaya mengatakan Esemka bukan mobil nasional tapi murni perusahaan swasta.

"Kami adalah Perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki swasta dan kami bukan mobil nasional seperti yang dipahami orang selama ini. Lebih tepatnya mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri," ujar Eddy.

Bantah Isu soal Mobil Esemka, Direktur: Kami Bukan Mobil Nasional

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata