logo


Soal Kenaikan Iuran BPJS, JK: Itu Iuran BPJS Terlalu Murah Dibanding....

Simak berita selengkapnya

5 September 2019 20:12 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak terlalu besar dibandingkan dengan pengeluaran untuk membeli rokok dan pulsa telepon.

"Jadi tidak besar sebenarnya, apalagi yang merokok. Itu hanya satu bungkus, orang merokok satu bungkus sehari, ini untuk satu bulan. Jadi tidak besar dibandingkan pengeluaran yang lain," JK di Kantor Wapres, Jakarta (5/9).

Baca Juga: Jokowi Ingin Gelar Sayembara Nama Ibu Kota Baru, Netizen: Males, Hadiahnya....


Iuran BPJS Fix Naik, Moeldoko Bilang, "Sehat Itu Mahal, Perlu Perjuangan"

Koperasi Sering Dibilang Ketinggalan Zaman, Kemenkop Buka Suara, "Justru Bisa Jadi Organisasi Modern"

"Orang yang mampu, yang mungkin punya 3 handphone atau mungkin empat malah, rata-rata pulsa itu saya kira Rp20-30 ribu paling minimal. Jadi, kenaikan itu hanya setengah dari pengeluaran handphone sebulan satu orang," imbuhnya.

Ia menilai selama ini iuran BPJS Kesehatan terlalu murah, sementara jenis penyakit yang ditanggung cukup besar.

"Itu iuran BPJS terlalu murah dibanding manfaatnya, Rp23 ribu tapi mau operasi jantung, sakit apa pun ditanggung oleh BPJS. BPJS itu asuransi yang salah satu terbesar operasinya di dunia ini, dia punya anggota lebih dari 200 juta orang," tukasnya.

Kritisi BPJS dan Listrik Naik, Netizen ke Andre, "Wah Pak Andre Ketinggalan Zaman, Janji Jokowi Kan...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata