logo


Koperasi Sering Dibilang Ketinggalan Zaman, Kemenkop Buka Suara, "Justru Bisa Jadi Organisasi Modern"

Simak berita selengkapnya

5 September 2019 18:41 WIB

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM menepis anggapan yang menyebutkan bahwa koperasi sebagai entitas yang sudah ketinggalan zaman.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto menegaskan bahwa koperasi justru telah menunjukkan eksistensinya sebagai wadah generasi milenial dalam mengembangkan potensi ekonomi, sosial dan budaya.

Baca Juga: Soal Kenaikan Iuran BPJS, Dede Yusuf Bilang, "Jangan-jangan Selama Ini Salah Sasaran"


Setelah Vakum 10 Tahun, Inkopti Adakan RALB

“Koperasi bukan lagi organisasi atau entitas yang jadul atau ketinggalan jaman, justru koperasi bisa menjadi organisasi modern yang bisa menjadi wadah bagi generasi milenial,” kata Rulli di dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Kamis (5/9).

Rulli mengharapkan generasi muda khususnya para pengelola dan anggota koperasi mahasiswa bisa mengambil peran di depan dalam mengenalkan dan meningkatkan pemahaman koperasi di kalangan kaum milenial, termasuk melalui konsep Rebranding Koperasi agar lebih bisa diterima anak muda.

“Kopma sebenarnya dapat berperan aktif sebagai entitas bisnis, laboratorium dan juga sebagai lembaga yang berwatak sosial, yang memberikan manfaat nyata kepada seluruh anggotanya, khususnya mahasiswa yang kurang mampu, Kopma misalnya dapat memberikan pinjaman (qord) tanpa bunga atau margin bagi hasil kepada anggota yang tidak mampu,” ujar Rulli.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan strategi kebijakan Reformasi Total Koperasi yang sudah dijalankan oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui 3 langkah utama yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan.

"Menurutmu Pindah Ibu Kota Seperti Pindah Kos?"

Rulli menyebut supaya bisa berkembang dan diterima oleh generasi milenial, maka koperasi harus dikelola secara profesional dan harus mampu mengadopsi, serta mengantisipasi perkembangan dan dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Termasuk di era Digital seperti saat ini.

“Koperasi juga harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan skala usaha dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan manajemen dan usahanya, maka kualitas SDM koperasi perlu terus ditingkatkan,” kata Rulli.

Dikenal Urusi Banyak Hal, Pengamat: Pak Luhut Ini Menteri Super

“Justru di era ini kita tidak hanya bicara mengenai persaingan tetapi juga bicara mengenai kolaborasi atau kerjasama atau sinergi diantara para pelaku usaha. Artinya keberadaan koperasi sangat relevan dengan kondisi era sekarang,” pungkasnya.

Sebut UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional, Kemenkop: Inilah Tugas dan Tantangan Kita Semua

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata