logo


Soal Kenaikan Iuran BPJS, Dede Yusuf Bilang, "Jangan-jangan Selama Ini Salah Sasaran"

Simak berita selengkapnya

5 September 2019 18:32 WIB

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf.
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengatakan DPR akan tetap memberi ruang kepada pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan asal tata kelola dan manajemennya diperbaiki.

“Komisi IX DPR tetap memberi ruang untuk menaikkan iuran paket kelas III BPJS Kesehatan, asal tata kelola dan manajemen pelayanan, obat-obatan dan lainnya diperbaiki,” ujar Dede di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/9).

Baca Juga: "Menurutmu Pindah Ibu Kota Seperti Pindah Kos?"


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan opsi kenaikan iuaran adalah nomor yang ke 9 atau 10 dari catatan prioritas DPR yang harus diperbaiki BPJS, yaitu menuntaskan perbaikan data atau data cleansing, agar defisit keuangan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan itu bisa diatasi ketimbang menaikkan iuran.

“Jangan-jangan selama ini salah sasaran, karena kalau jumlah rakyat miskin 10 persen atau sekitar 26 juta orang, kalau lebih dari 26 juta orang, berarti salah sasaran” ujarnya.

Dede Yusuf juga menyoroti  jenis paket atau format yang diadopsi dari BPJS Kesehatan Malaysia itu ketika diterapkan ternyata tak disepakati oleh para dokter dan rumah sakit (RS). Khususnya berbagai jenis penyakit dan lama pelayanan perawatan di rumah sakit.

Dikenal Urusi Banyak Hal, Pengamat: Pak Luhut Ini Menteri Super

Dede merasa aneh, pasalnya daerah tidak mengoptimalkan BPJS dan malah menarik anggarannya untuk membangun RS. Padahal rakyat mayoritas menggunakan paket kelas III sekitar 130 juta orang. Sedangkan untuk paket kelas I dan II, DPR menyerahkan ke pemerintah.  

“Jadi, masalahnya kolekting data, bukan besaran iurannya. Makanya tata kelola, manajemen BPJS itu harus dievaluasi secara menyeluruh,” ungkapnya.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata