logo


Setelah Akun CEO Diretas, Twitter Matikan Layanan SMS

Fitur SMS ini hanya dinonaktifkan sementara, namun mereka tak mengungkap kapan fitur ini akan diaktifkan kembali.

5 September 2019 18:09 WIB

Ilustrasi Twitter - internet
Ilustrasi Twitter - internet

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasca akun milik CEO Twitter Jack Dorsey diretas, kini mereka mematikan fitur kirim tweet lawat SMS.

Fitur SMS ini hanya dinonaktifkan sementara, namun mereka tak mengungkap kapan fitur ini akan diaktifkan kembali. Pihak Twitter pun menuding ini adalah kesalahan dari jaringan seluler dan ada celah yang perlu ditambal oleh operator seluler.

"Kami mengambil langkah ini karena ada celah keamanan yang perlu ditambal oleh operator seluler dan ketergantungan kami pada nomor telepon yang terhubung untuk otentikasi dua tahap (Kami sedang meningkatkan hal ini)," tulis Twitter.


Asik, Game Pro Evolution Soccer (PES) Bakal Sambangi Android dan iOS

Dilansir dari INETdetik, sebelumnya, akun Twitter milik CEO Twitter diretas, Jumat (30/8) kemarin. Pelakunya menyebut diri sebagai Chuckle Squad dan mengeluarkan sejumlah kicauan rasis lewat akun milik Dorsey itu.

Peretasnya adalah Chuckle Squad, yang mengirimkan kicauan lewat Cloudhopper, sebuah perusahaan yang diakuisisi oleh Twitter untuk meningkatkan layanan SMS mereka. Lewat Cloudhopper, pengguna bisa mengirimkan kicauan lewat SMS yang dikirimkan ke nomor tertentu.

Sekitar 1,5 jam setelah peretasan itu Twitter mengklaim kalau akun CEO-nya itu sudah berhasil diamankan. Tak ada indikasi kalau peretasan itu berasal dari celah sistem keamanan Twitter.

Penjualannya Loyo di Pasar Indonesia, Begini Klarifikasi Xiaomi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu