logo


Terima Penghargaan Pin Tanda Alumni Kehormatan Lemhanas, Puan Maharani Sosok Inovatif

Puan dinilai telah mampu memberikan kontribusi karya, pemikiran yang luar biasa dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia

5 September 2019 15:37 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima penghargaan pin tanda alumni kehormatan Lemhanas RI di Gedung Auditorium Gadjah Mada, Lemhanas, Jakarta, Kamis (5/9).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima penghargaan pin tanda alumni kehormatan Lemhanas RI di Gedung Auditorium Gadjah Mada, Lemhanas, Jakarta, Kamis (5/9). Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima penghargaan pin tanda alumni kehormatan Lemhanas RI. Penyematan pin dilakukan oleh Gubernur Lemhanas RI Agus Widjojo dan disaksikan oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Ketua Ikatan Alumni Lemhanas Agum Gumelar, para Menteri Kabinet Kerja, para pejabat yang mewakili lembaga tinggi negara, serta para pejabat eselon I dan II Kemenko PMK di Gedung Auditorium Gadjah Mada, Lemhanas, Jakarta, Kamis (5/9).

Gubernur Lemhanas RI Agus Widjojo menjelaskan penyematan tanda alumni kehormatan Lemhanas RI didasari oleh Peraturan Gubernur Lemhanas RI Nomor 3/2019 tentang Pemberian Tanda Alumni Penghormatan Lemhanas RI.

Tanda alumni kehormatan itu merupakan bentuk penghormatan Lemhanas RI kepada WNI yang tidak mengikuti program pendidikan reguler Lemhanas RI, namun telah memberikan darma bakti dan sumbang pemikiran yang luar biasa terhadap perkembangan Lemhanas RI khususnya dan pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya.


Menko PMK Beri Pembekalan Nilai Pancasila di KAMABA Universitas Indonesia

"Sebagai WNI yang setia dan taat kepada Pancasila dan UUD RI 1945 serta memiliki integritas moral dan keteladanan, Ibu Puan Maharani telah mengabdi sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selama lima tahun yakni periode 2014-2019. Beliau adalah menteri koordinator termuda sepanjang sejarah kabinet menteri di Indonesia," ujar Agus.

Sebagai sosok perempuan muda yang inovatif, Puan dinilai telah mampu memberikan kontribusi karya, pemikiran yang luar biasa dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Sebagai seorang menteri koordinator yang membawahi delapan kementerian, ia pun sanggup mengkoordinasikan pekerjaan berbeda di tiap-tiap kementerian dalam rangka mewujudkan cita-cita Presiden RI demi kemajuan bangsa.

Dalam orasinya, Puan menyampaikan pandangan tentang peran kebudayaan dalam era disrupsi untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Hal itu terkait erat dengan situasi saat ini serta tugas strategis yang dialamatkan dalam pembangunan manusia dan kebudayaan.

"Kita sedang memasuki era disrupsi yang penuh kegamangan dan keguncangan. Era di mana berbagai aturan, aktor dan nilai-nilai, berganti secara mendalam. Yang terjadi bukan saja pergantian generasi secara biologis, tetapi pergantian gaya hidup, jenis pekerjaan dan pandangan terhadap identitas diri," ujar Puan.

Menurutnya, inilah era di mana yang cepat akan menggantikan yang lambat. Kecepatan menjadi kata kunci perubahan sekaligus mantra era disrupsi.

"Perubahan kearah mana, dengan cara bagaimana dan untuk kepentingan siapa, itulah persoalan kebudayaan," tegas Menko PMK.

Menko PMK Bahas Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2020

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata