logo


Idrus : Agung Palsukan 133 Dokumen, Mandat pun Diteken Orang Mati

Idrus menuding mandat Munas Ancol selain diteken orang mati juga oleh calon anggota legislatif dari partai lai

11 Maret 2015 16:03 WIB


JAKARTA JITUNEWS.COM - Kisruh dualisme Partai Golkar akhirnya dilanjutkan hingga ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI. Kubu Aburizal Bakrie menilai ada politisasi atas langkah yang diambil oleh Menteri Hukum dan HAM.

Kubu Agung Laksono langsung dilaporkan ke Bareskrim sehari setelah pengesahan oleh Menkumham. Agung Cs dilaporkan atas tudingan pemalsuan dokumen Munas Ancol yang digelar pada Desember 2014. Kubu Ical dalam laporannya memiliki lebih dari 100 dokumen yang dipalsukan kubu Agung. Yang mencengangkan terdapat mandat yang ditandatangani oleh orang yang sudah meninggal pada 2012. Bahkan kubu Ical mengklaim pemalsuan mandat terjadi diseluruh Indonesia.

Idrus menuding mandat Munas Ancol tidak hanya diteken oleh orang mati, tetapi juga oleh calon anggota legislatif dari partai lain. Data itu ditemukan Idrus terjadi di Riau, dimana surat mandat ditandatangani oleh caleg dari Partai Demokrat. Lebih lanjut, selain pemalsuan tanda tangan, kubu Agung cs juga memalsukan kop surat dan juga stempel. 


Politikus Golkar Sebut Tak Tepat Bicara 'Failed Nation' Saat Semua Orang Berjibaku Lawan Covid-19

“Bukti kita sangat kuat. Tercatat 80 persen palsu. Mandat Ketua dan Sekretaris juga dipalsukan,” tegas Nurdin Halid selaku Wakil Ketua Umum Golkar versi Bali.

Bentuk pelaporan kubu Ical hari ini adalah realisasi dari kesepakatan antara Aburizal Bakrie dengan para pengurus DPD Golkar se-Indonesia yang melakukan perkumpulan Selasa (10/03/2015) malam di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Dari yang disampaikan Idrus dan Nurdin, sekitar 468 orang melaporkan kubu Agung ke Mabes Polri hari ini. Dimana semuanya berasal dari DPD I dan II Golkar dari Sabang hingga Merauke.

Golkar Tidak Setuju dengan Usulan Demokrat Jadikan Gedung DPR RS Darurat Covid-19

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan