logo


Puri Cikeas Bogor, Perumahan Elit Yang Fenomenal

Komplek perumahan elit di Bogor ini sangat erat dikaitkan dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhodono

4 September 2019 16:20 WIB

Puri Cikeas
Puri Cikeas Dok.

BOGOR, JITUNEWS.COM - Siapa yang tak tahu nama Puri Cikeas? Komplek perumahan elit di Bogor ini sangat erat dikaitkan dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhodono yang kerap disapa SBY. Hal tersebut dikarenakan di Puri Cikeas inilah SBY tinggal.

Kecuali Presiden Pertama RI Soekarno dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, setiap presiden di Indonesia memang identik dengan sebuah kawasan yang menjadi tempat tinggalnya. Jika kawasan itu disebut, asosiasi publik pertama-tama adalah kepada presiden tersebut.

Misal, yang tak kalah fenomenal, Cendana yang adalah nama jalan di Menteng, Jakarta Pusat yang identik dengan Presiden ke-2 RI Soeharto. Patra Kuningan yang merupakan nama jalan di Kuningan, Jakarta Selatan identik dengan Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie.


Lamudi Property Expo 2018 Tawarkan Tiket Pesawat Gratis ke Jepang, Mau?

Ciganjur yang merupakan kawasan di pinggir Jakarta Selatan identik dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau biasa disebut Gusdur. Teuku Umar yang merupakan nama jalan di Menteng, Jakarta Pusat identik dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Terakhir adalah Puri Cikeas ini. Terletak di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Cikeas yang terletak sekitar 45 kilometer dari Istana Kepresidenan Jakarta identik dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Tentang Puri Cikeas, Keterikatan Politik dan Properti

Seiring dengan posisi Partai Demokrat yang melejit disertai majunya SBY sebagai calon presiden menantang Megawati, sentiment positif muncul dari media massa kala itu.

Sebab banyak politikus dan “orang besar” berkunjung ke Puri Cikeas, perumahan yang berada jauh di Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor itu jadi terasa dekat.

Kemenangan SBY dalam dua putaran atas Megawati di Pilpres 2004 membuat Cikeas berkibar. Hal ini berpengaruh besar pada properti Cikeas khushnya di sekitar Komplek Puri Cikeas.

Karena tak lama setelahnya, para pengembang berlomba-lomba menawarkan berhektar-hektar kawasan tersebut sebagai perumahan. Bahkan, tepat bersisian dengan tempat SBY di Puri Cikeas, dibangun kantor pemasaran Agung Sedayu.

Bersamaan dengan pertumbuhan ini, jalan raya dari Cikeas menuju Cibubur diperlebar. Penataan dan pengembangan kawasan Cikeas terus dilakukan bersamaan dengan berlanjutnya pemerintahan SBY yang menang dengan decak kagum dalam Pilpres 2009.

Politik sangat berperan atas kemajuan properti di Cikeas, namun politik juga yang lalu menghambatnya. Seperti pesta demokrasi dan pesta pada umumnya, pesta properti di Cikeas juga nampak berakhir.

Bersamaan dengan korupsi oleh pimpinan puncak, petinggi, dan beberapa pendiri Partai Demokrat sejak 2010 yang terbukti, pamor kawasan Cikeas yang sempat terang benderang lantas meredup.

Hal ini menyebabkan beberapa kawasan di Cikeas yang semula hendak dibangun sebagai perumahan ikut-ikutan terbengkalai. Meski demikan, Puri Cikeas sendiri sudah fenomenal dengan caranya sendiri sejak sebelum SBY bergeliat di panggung politik.

Perumahan kecil yang elit ini hadir di Cikeas sejak 1997 dan ditinggali oleh pada jenderal TNI. Dan namanya jadi semakin top setelah salah satu penghuninya, SBY, jadi presiden dan lebih suka tinggal di Puri Cikeas ketimbang di rumahnya yang lain.

Rumah SBY di Puri Cikeas sendiri berada di barisan depan, berdiri di atas tanah seluas 7.500 meter persegi. Jarak rumah SBY dari gerbang depan perumahan hanya 100 meter.

Petinggi TNI lain yang diketahui tinggal di perumahan tersebut adalah mantan KSAU Marsekal TNI-AU Djoko Suyanto. Marsekal ini dilantik SBY menjadi KSAU pada Februari 2005.

Hampir setahun kemudian, Januari 2006, ia diangkat menjadi Panglima TNI pertama yang bukan berasal dari Angkatan Darat. Di era kepresiden SBY babak kedua, Djoko Suyanto menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Tertarik Menjadi Tetangga SBY di Puri Cikeas?

Terlepas dari segala nuansa politiknya, Puri Cikeas sama seperti perumahan pada umumnya. Misal, Yayasan Puri Cikeas menghadirkan sekolah Alam Cikeas yang menyelenggarakan pendidikan TK dan SD.

Namun tentu saja nuasa politiknya juga lah yang menaikan harga properti di Puri Cikeas ini. Apalagi, dengan kompleknya yang memang berukuran kecil, tak banyak rumah yang tersedia di perumahan ini.

Namun, jika anda tertarik untuk tinggal di Puri Cikeas, terdapat satu rumah dijual seperti diiklankan di www.99.co/id. Rumah bercat oranye ini dibanderol dengan harga 7 miliar. Negosiasi harga masih memungkinkan.

Rumah 1 lantai ini dibangun di atas tanah 600 meter persegi sedang luas bangunannya adalah 200 meter persegi. Dengan 4 + 2 kamar tidur dan 3 + 1 kamar mandi, 1 gudang dang 2 + 1 garasi, taman, balkon, dan lain-lain, tentu rumah mewah ini akan berbaur dengan sangat baik dengan rumah lainnya di Puri Cikeas.

Legenda Desa Nagrak dan Sungai Cikeas Yang Tak Kalah Fenomenal

Bahkan jauh lagi sebelum Puri CIkeas berdiri, kawasan ini sudah fenomenal lewat legendanya. Nama perumahan Puri Cikeas sendiri entah dipetik dari mana. Mungkin dari nama Kali Cikeas yang berada di belakang Puri Cikeas.

Bisa juga karena mengambil nama desa tetangga, Cikeas Udik. Memang seperti yang sebelumnya dikatakan, Puri Cikeas masuk ke dalam wilayah Desa Nagrak.

Desa Nagrak adalah Nama sebuah desa yang ada di wilayah Kabupaten Bogor. Desa ini menurut penuturan dan cerita sesuai wilayahnya yang dialiri sungai Cibedug dan Sungai Cikeas secara turun temurun, memiliki legenda yang disebut ada sangkut pautnya dengan nenek moyang Desa Nagrak.

Menurut cerita pada zaman dahulu, di sekitar Sungai Cibedug dan Cikeas tinggal sebuah keluarga dengan bayi lelaki yang diketiaknya terdapat segumpal daging berbentuk merupai seekor cicak.

Dalam mimpi sang ibu, daging berbentuk cicak itu berbicara padanya. Ia meminta untuk dirawat selayaknya anak karena memang ia anaknya. Ia juga meminta untuk dipindahkan dari ketiak di bayi ke tempayan.

Sesuai dengan apa yang dimimpikan, sang ibu melakukan hal yang minta. Hingga beberapa hari dan bulan berlalu sampai cicak itu tumbuh jadi sebesat tokek. Tokek it uterus tumbuh seiring dengan si bayi tumbuh, dan lewat mimpi lagi ia terus minta dipindahkan ke tempat yang lebih besar lagi.

Hingga akhirnya si bayi sudah tumbuh besar dan si cicak kecil sudah sebesar buaya. Ia meminta pada ibunya untuk dipindahkan ke tempat yang lebih luas, namun sang ibu bimbang apakah ia harus melepas anaknya itu ke sungai, karena bagaimanapun, anak itu lahir dari rahimnya.

Akhirnya, untuk membedakan sang anak dengan buaya lain, ibunya memotong ekornya. Hal ini agar ia selalu ingat pada ibu dan saudara kembarnya. Hingga saat ini, dipercaya saudara kembarnya tumbuh dewasa dan menjadi salah satu penghuni Desa Nagrak.

Bahkan, dipercayai ketika Sungai Cikeas Banjir, mereka dapat memanggil si buaya tanpa ekor yang tinggal di sungai tersebut untuk membantu mereka menyebrang. Karena meski berbeda alam, ia akan tetap datang membantu.

Lagi, sungai ini terletak di belakang Puri Cikeas. Komplek perumahan elit ini memang fenomenal dari berbagai macam sudut pandang. Rasanya tinggal di lingkungan tersebut akan jadi sangat menarik. Bagaimanapun, bertetangga dengan mantan Presiden itu bisa dibilang menarik, bukan?

Proses Kredit Rumah Secepat Bikin Kopi? Cek di Sini!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata