logo


Sri Mulyani Prediksi Perekonomian Tumbuh 5,08%, Pakar Ekonomi: di Bawah 5 Persen

Simak berita selengkapnya

4 September 2019 15:39 WIB

Fuad Bawazier
Fuad Bawazier ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pakar ekonomi menilai pertumbuhan perekonomian di Indonesia kemungkinan hanya tumbuh di kisaran 5 persen sampai akhir tahun 2019.

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier membenarkan bahwa pertumbuhan perekonomian di Indonesia bakal sulit untuk menembus diatas angka 5 persen di tahun 2019.

Baca Juga: Bela Tersangka Rasisme Papua, Netizen ke Fadli Zon, "Generasi Macam Apa Ini"


Di G20, Indonesia adalah Negara dengan Utang Paling Rendah

"Saya kira semua orang baik di dalam negeri dan luar negeri memprediksi di bawah 5 persen. Semua (ekonom) di  luar negeri dan dalam negeri sepakat (pertumbuhan ekonomi RI) di bawah lima persen," ujar Fuad di Jakarta, Rabu (4/9).

Fuad menambahkan bahwa prediksi ini bisa lebih buruk kondisinya, apabila dikaitkan dengan berbagai persoalan yang terjadi saat ini seperti kerusakan lingkungan.

“Itupun tanpa mengukur dan mempertimbangkan kerusakan yang ditimbulkan bisa mencapai dua persen dan tiga persen. Kerasukan yang saya maksud kehutanan dan lain- lain," tuturnya.

Pemerintah Batasi Akses Turis di Papua, Bamsoet: Mencegah Adanya WNA yang Diderpotasi

Dia meminta kepada pemerintah untuk mengakui dengan kondisi perekonomian yang terjadi saat ini.

"Dari segi penerimaan pajak termasuk PPN itu seret. Sehingga daya beli turun, jadi itu tidak usah dibantah lagi oleh pemerintah," pungkasnya.

RKUHP Tidak Atur Hukum Adat, Taufiqulhadi: RKUHP Bentuk Apresiasi Kearifan Lokal

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut perekonomian Indonesia kemungkinan hanya tumbuh di kisaran 5,08 persen sampai akhir tahun ini. Proyeksi ini jauh lebih rendah dari outlook semula sebesar 5,2 persen dan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang 5,3 persen.

Ia memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih bisa berada di kisaran 5 persen. Hal itu kemungkinan terjadi akibat ada daya dukung dari penurunan tingkat suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) sebanyak dua kali dalam beberapa bulan terakhir

Soal Ibu Kota Pindah, Mantan Menkeu: Cuma Pengalihan Isu

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata