logo


3 Kata "Biasa" Ini Bisa Menghindarkanmu dari Depresi Hingga Sakit Jiwa

Untuk menghindari gangguan kejiwaan dan agar hidup semakin bahagia, 3 kata berikut ini akan sangat mujarab bila dipraktikan.

4 September 2019 11:25 WIB

depresi
depresi Hello Sehat

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagian orang hidup agar mendapat pengakuan dari masyarakat. Mereka juga tak jarang menuhankan gengsi. Iphone, adidas, etude, dan berbagai barang branded lain menjadi saksi bisu  akan hal ini. Prestige yang tinggi membuat orang malu untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, meminta bantuan dan hal-hal ini yang membutuhkan jasa dari orang lain. Akibatnya, mereka pun memendam masalahnya sendiri yang berakibat depresi atau gangguan kejiwaan lain.

Dilansir dari kelascinta.com, depresi akut seseorang ditandai dengan sudah hilangnya minat untuk hidup seperti serba malas melakukan kegiatan sehari-hari, enggan untuk bersosialisasi atau sekedar bertemu, teman, keluarga dan tetangga. Dengan kata lain, depresi juga bisa menyebabkan kita ansos (anti sosial). Padahal manusia itu sendiri adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Untuk menghindari gangguan kejiwaan dan agar hidup semakin bahagia walau sederhana, 3 kata berikut ini akan sangat mujarab bila dipraktikan.


5 Kunci Sukses BJ Habibie untuk Anak Muda

1. Terima Kasih

Sangat simple, tapi sering dilalaikan. Entah lupa atau memang disengaja, namun sebaiknya hindarilah untuk tidak mengucapkan terima kasih setelah orang lain tulus menolong kita. Percayalah, ada kebahagiaan tersendiri dari orang yang menolong kita itu. Sekalipun rasanya dunia tidak berpihak kepada kita karena kesialan atau bahkan kesedihan yang beruntun menimpa kita, maka berterimakasihlah karena dengan hal itupun kita tumbuh, bukan?

2. Maaf

Manusia memang sering tidak luput dari yang namanya salah atau pun khilaf. Tak perlu gengsi untuk meminta maaf kepada orang lain atau beberapa pihak bila kita melakukan kesalahan. Bahkan, bila kita merasa benar, meminta maaf terlebih dulu bukan suatu hal hina, justru mulia. Itu artinya, kita masih menghargai orang di sekitar kita, mereka pun akan lebih menghargai kita. Mengucapkan maaf juga bisa untuk mengingatkan atasan akan pergantian jadwal meeting, melewati lantai yang sedang dipel, meminta jadwal bimbingan kepada dosen, seperti,

"Maaf Mas, saya permisi lewat dulu, ya"

"Maaf Pak, sekedar mengingatkan hari ini meeting akan diundur jadi pukul 14.00 WIB di Resto Bintang,"

"Selamat sore, Bu. Sebelumnya saya mohon maaf bila pesan singkat saya ini mengganggu waktu istirahat Ibu, tapi apa sekiranya saya bisa menemui Ibu di kampus besok untuk bimbingan skripsi?"

3. Tolong

Selayaknya diciptakan sebagai makhluk sosial maka manusia akan senang bila dapat membantu orang lain. Maka, tak perlu sungkan ucapkan "saya boleh minta tolong?" atau kalimat serupa bila memang kita tak dapat melakukan hal berat seorang diri. Kembali ke point 1, setelahnya jangan lupa ucapkan terima kasih, ya!

Berterimakasihlah, 3 Hal Menyakitkan Ini Akan Membentuk Kepribadianmu Jauh Lebih Baik

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin