logo


Berterimakasihlah, 3 Hal Menyakitkan Ini Akan Membentuk Kepribadianmu Jauh Lebih Baik

Jangan mengeluh mengapa hal-hal menyakitkan itu malah menimpamu. Berterimakasihlah karena kamu orang terpilih. Semesta memilih sesuatu menimpamu bukan semata-mata kebetulan belaka

2 September 2019 12:29 WIB

Independent Woman
Independent Woman Elite Daily

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Semua orang pasti pernah mengalami hal-hal menyakitkan. Tak sedikit pula yang susah bangkit dari keterpurukan tersebut. Manusia dengan segudang karakternya, akan menyikapi tiap masalahnya berbeda-beda, tergantung dari perspektif, pengalaman hidup, nasihat orang-orang terdekat, atau kaidah yang diyakini berdasarkan kepercayaan ataupun teori sebuah buku.

Tak jarang pula orang mengeluh mengapa hal-hal menyakitkan ini harus terjadi pada dirinya. Kenapa bukan malah orang lain? Namun, di balik keluhan-keluhan itu tersirat pesan agar kamu menjadi orang kuat. Nah, berikut hal-hal menyakitkan yang semesta pilih untukmu.

1. Kegagalan


Mengintip Karakter Wanita Lewat Gaya Rambut, Kamu Seperti Apa?

Salah satu faktor penyebab kegagalan adalah tidak tercapainya target yang kita inginkan. Faktor lain, realita tidak sama dengan harapan. Kita yang sudah berharap tinggi dan optimis dengan usaha maupun target kita, terpaksa menerima kegagalan karena sebab-sebab lain. Namun, dari kegagalan itulah kita bisa bercermin dimana letak kesalahan kita dan nantinya ketika kegagalan kembali menghampiri, maka mental kita sudah siap. Justru dengan kegagalan kita makin bisa berintropeksi.

2. Kehilangan Orang Tercinta

Kehilangan orang yang sudah terbiasa menemani hari-hari kita, mendengarkan keluh kesah kita, berbagi tawa dengan kita, pasti menyiratkan duka mendalam. Pasalnya, kita juga harus menyesuaikan diri selama hidup tanpanya. Kehilangan orang tersayang, apapun alasannya, entah meninggal, dikhianati, atau pergi jauh, akan membekaskan luka yang hanya bisa dihapus oleh waktu.

Tawa riang dari seseroang kadang tidak selalu menandakan bahwa Ia adalah orang yang paling bahagia, justru sering sebaliknya. Coba lihatlah anak-anak panti asuhan, senyum dan tawa mereka bisa meredakan hati yang berkemalut. Kehilangan orang tua sejak kecil membuat karakter mereka kuat dan tahan banting. Kita pun lebih bisa hidup mandiri karena tidak bergantung lagi dengan orang lain.

3. Kesulitan Finansial

Di era globalisasi ini, pasti semuanya membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Uang memang tidak bisa membeli kebahagian, tapi setidaknya dengan uang kita bisa senang. Oleh karena itu, keadaan finansial menjadi salah satu faktor gaya hidup seseorang.

Orang dengan faktor finansial yang lebih dari cukup tidak heran bergaya hidup mewah dengan pakaian, kosmetik, tas, dan segala sesuatunya yang berbranded. Sangat kontras dengan orang yang berfinansial cukup atau bahkan jauh dari kata cukup. Nah, bila tiba-tiba para kaum elit tersebut di-PHK, atau usahanya bangkrut, gaya hidup mereka pun berubah karena kondisi finansial tak lagi sama. Begitupun sebaliknya. Tak heran, bila uang dapat mengubah karakter seseorang.

Penasaran Gimana Caranya Ngembangin Bisnis Kamu di Instagram? Berikut Caranya!

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin