logo


Agar Tidak Impor Terus, KKP Perkuat Produksi Garam Rakyat

Indonesia, negeri yang memiliki 104 ribu kilometer garis pantai dan 5,8 juta kilometer persegi laut mestinya

17 Maret 2014 15:55 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sungguh ironi,  Indonesia, negeri yang memiliki  104 ribu kilometer garis pantai dan 5,8 juta kilometer persegi  laut justru masih mengimpor garam. Karena itulah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen  untuk  memperkuat basis produksi garam rakyat melalui    Program Peningkatan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).

Menteri  Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, mengemukakan itu saat  menggelontorkan bantuan Rp 8,7 miliar untuk peningkatan produksi garam rakyat di Provinsi Jawa tengah, demikian siaran persnya di laman kkp.go.id. Penyerahan bantuan program  Kelautan dan Perikanan, dilaksanakan di Kabupaten Pati, Jateng.
 
Sharif menegaskan, kebutuhan garam konsumsi nasional mencapai 1,5 juta ton per tahun. Sedangkan garam industri sebesar 2 juta ton. Itu berarti kebutuhan garam kita secara nasional 3,5 juta ton. Target produksi garam tahun 2014 adalah 3,3 juta ton dari target lahan 26.700 hektare. Itu berarti produksi garam dalam negeri belum mencukupi.

“Melalui strategi revitalisasi dan intensifikasi PUGAR, KKP akan berupaya meningkatkan produktivitas garam nasional dan swasembada garam nasional secara terus-menerus, sehingga impor garam dapat dikurangi dan bahkan impor dihentikan,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mulai tahun 2011, KKP melaksanakan program PUGAR di 40 Kabupaten/Kota dan tahun 2014 diperluas menjadi 43 Kabupaten/Kota. Hasil PUGAR ini telah meningkatkan produksi garam nasional secara signifikan dan dapat memenuhi kebutuhan garam konsumsi. Tercatat, total persediaan garam nasional 2013 sebanyak 1.345.000 ton, dikurangi kebutuhan garam semester II/2013 sebanyak 740.000 ton, sehingga masih ada surplus produksi garam 2013 sebesar 605.400 ton.

Sedangkan target produksi garam tahun 2014 sebesar 3,3 juta ton dari target lahan sekitar 26.700 hektar. “Melalui strategi revitalisasi dan intensifikasi PUGAR, KKP akan berupaya meningkatkan produktivitas garam nasional dan swasembada garam nasional secara terus-menerus, sehingga impor garam dapat dikurangi dan bahkan impor dihentikan,” ujarnya.

Sharif menjelaskan,  KKP telah menetapkan 7 lokasi sebagai sentra PUGAR untuk mendukung program swasembada garam nasional, yaitu  Kabupaten Cirebon, Indramayu, Rembang, Pati, Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Selain itu, KKP juga telah menetapkan 33 Kabupaten/Kota penyangga PUGAR yaitu Karangasem, Buleleng, Bima, Sumbawa, Kota Bima, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Nagekeo, Ende, Timor Tengah Utara, Kupang, Alor, Sumba Timur, Manggarai, Kota Palu, Jeneponto, Pangkep dan Takalar.

“PUGAR dilaksanakan melalui prinsip bottom-up, artinya masyarakat sendiri yang merencanakan kegiatan, melaksanakan dan melakukan monitoring dan evaluasi sesuai dengan mekanisme yang ditentukan, serta mempertimbangkan pengarusutamaan gender,” jelasnya.

Menteri mengemukakan, sebagai negara tropis Indonesia memiliki musim kemarau  efektif rata-rata 5-6 bulan dalam setahun dan itu cukup mendukung untuk produksi garam. Selain itu,  tekstur dan kontur tanah di sejumlah wilayah dapat didayagunakan sebagai tambak garam. “Kami yakin swasembada garam konsumsi dapat terus dipertahankan bahkan dengan teknologi ketergantungan akan garam industri juga dapat terus kita kurangi,” tandas Menteri.
 

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis :