logo


Kelompok Pakan Ikan di Probolinggo Berhasil Kembangkan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal

Slamet Soebjakto mengapresiasi keberhasilan ini

2 September 2019 12:00 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Temu Lapang Pakan Mandiri Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/8)
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Temu Lapang Pakan Mandiri Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/8) KKP

PROBOLINGGO, JITUNEWS.COM - Kelompok Pakan Ikan mandiri Berkah Siongan asal Desa Banjarsari, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur berhasil memproduksi pakan mandiri untuk ikan air tawar sebanyak 5–6 ton per bulan dengan memanfaatkan 100% bahan baku lokal yaitu tepung ikan rucah, dedak halus, bungkil kopra, tepung jagung, ampas kecap, tepung biskuit dan probiotik herbal yang diracik sendiri.

Dengan pemanfaatan pakan mandiri produksi Berkah Siongan ini, terbukti daya cerna ikan lele menjadi lebih baik. Nilai FCR (konversi pemanfaatan pakan) lele dari 1,5 dengan memanfaatkan pakan pabrikan turun menjadi 1,2 dengan penggunaan pakan mandiri tersebut sehingga margin pembudidaya naik 50%, dulu keuntungan per kg nya hanya Rp4.000 sekarang jadi Rp6.000.

Ketika Temu Lapang Pakan Mandiri Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/8) lalu. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengapresiasi keberhasilan ini.


KKP Dorong Wujudkan Pemberian Pakan Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan

“Ketersediaan bahan baku masih jadi hambatan tersendiri dalam produksi pakan sehingga solusi yang paling tepat adalah mencari alternatif bahan baku berbasis lokal,” kata Slamet.

Slamet memaparkan beberapa kriteria bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi pakan mandiri, diantaranya tidak bersaing dengan peruntukan industri lain misalnya peternakan maupun makanan manusia. Selain itu, kandungan gizi tinggi, tersedia sepanjang tahun, mudah diolah dan terpenting tidak beracun.

“Apa yang dilakukan kelompok Berkah Siongan menjadi contoh sukses gerakan pakan mandiri, karena mereka benar-benar mandiri baik dalam mencari bahan baku lokal alternatif sampai memproduksi pakan dengan formulasi yang dibuat berdasarkan pengalaman dan uji coba," ujar Slamet.

Saat dimintai keterangannya, Jumat (30/9), Ketua Kelompok Berkah Siongan, Wahyudiono menyebutkan bahwa produksi pakan mandiri ini terutama untuk mencukupi kebutuhan bagi pembudidaya di Kecamatan Sumberasih Probolinggo dan daerah sekitarnya.

“Awalnya tahun 2012 kami membuat pakan dengan menggunakan penggiling daging sederhana, kemudian tahun 2015 dapat bantuan dari KKP berupa mesin pellet, sejak saat itulah kami berinovasi dalam mengembangkan formulasi pakan," cerita Wahyudiono.

Lanjutnya, dulu kelompok ini bingung karena mesin ada, tapi bahan baku susah didapat kalaupun ada harganya relatif mahal bagi pembudidaya kecil.

Forikan Indonesia Dukung Pemerintah Cegah Stunting

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata