logo


Pemprov DKI Perluas Area Ganjil Genap, Pedagang Layangkan Protes

Berikut ulasannya

30 Agustus 2019 21:42 WIB

ara pedagang di kawasan sentra bisnis Mangga Dua, Hayam Wuruk, Gunung Sahari dan warga keberatan
ara pedagang di kawasan sentra bisnis Mangga Dua, Hayam Wuruk, Gunung Sahari dan warga keberatan Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para pedagang di kawasan sentra bisnis Mangga Dua, Hayam Wuruk, Gunung Sahari dan warga keberatan dengan perluasan gajil genap yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma menegaskan bahwa perluasan ganjil genap bukanlah solusi untuk mengatasi polusi di Jakarta.

“Saya harus tahu persis ganjil genap diperluas karena polusi Jakarta yang sudah dahsyat,” ujar Lieus di pasar HWI Lindeteves, Jakarta, Jumat (30/8).


Kebijakan Semena-mena Oleh 3 Agensi Entertainment Terbesar Korea Selatan

Dalam hal ini, Lieus menilai cara tepat untuk mengatasi polusi adalah dengan melakukan penghijauan, oleh karena itu pedagang di kawasan sentra bisnis Mangga Dua, Hayam Wuruk, Gunung Sahari dan warga sekitar akan melakukan gerakan Wagiman (Warga Gila Taman/tanaman).

Menurutnya warga di kawasan sentra bisnis gelodok akan melakukan penghijauan dengan menanam pohon baik di pot-pot dan di lahan perkarangan.

“Kita punya member ini setiap di toko ada melakukan penghijauan. Dari ide ini kita tangkap kalau serempak kita lakukan pasti dahsyat. Ada di pot dan lahan,“ tuturnya.

“Saya lihat kalau warga Jakarta semunya nambah namanya wagiman itu selesai (masalah polusi), hijau, asri dan nggak perlu lagi itu harus ganjil genap,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Eka seorang pedagang di Glodok mengaku sangat dirugikan dengan adanya kebijakan ganjil genap di ruas Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Pintu Besar Selatan dan Gunung Sahari.

“Terus terang akan sangat merugikan, keadaan sekarang sudah sepi dengan ada ganjil genap akan tambah lebih sepi lagi,” tuturnya.

Dia mengatakan pendapatannya saat ini telah turun 50 persen, dimana penurunan itu akibat uji coba pemberlakuan ganjil genap tersebut.

“Uji coba saja berdampak, sudah sepi sekitar dua minggu, penurunan hampir 50 persen,” kata Eka.

“Jadi kami mohon dikaji ulang. Apakah ini adalah sebuah kebijakan yang benar dan dampaknya berguna bagi masyarakat? karena kami di sini yang merasakan,” pungkasnya.

Warga Jakarta Harus Tau! Besok Ada Rekayasa Lalin Jakarta Muharram Festival

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma