logo


Fakta Mengejutkan Dibalik KKN Di Desa Penari, Simak Kebenaranya

Viral di twitter ini adalah beberapa fakta dan kejanggalan yang ada di KKN Desa Penari

30 Agustus 2019 15:41 WIB

kolase ilustrasi
kolase ilustrasi SimpleMan & Sang Penari

JAKARTA - JITUNEWS.COM - Tahun 2009 ada enam orang mahasiswa melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata disuatu daerah di Jawa Timur. Desa tempat mereka KKN berada di tengah hutan. Terjadi serentetan kejadian mistis yang mereka alami saat melakukan proker KKN. Kemudian ada 2 orang mahasiswa yang melanggar pantangan sehingga mereka cilaka.

Cerita itu merupakan intisari kisah mistis yang viral belakangan. KKN di Desa Penari, merupakan sebuah cerita mistis menarik yang membuat penasaran setiap pembaca. Kemunculan akun twitter SimpleMan yang bisa dinyatakan anonim ini membuat cerita ini diperdebatkan keaslianya. Hal itu juga menarik editor jitunews untuk mengungkap fakta dan kejanggalan yang ada di cerita mistis KKN di Desa Penari, apasajakah itu? lihatlah penjabaran fakta dibawah ini:

1. Tempat Kejadian


4 Hal ini Bikin Setan Betah di Rumahmu!

Penulis cerita itu tidak menyebutkan secara gamblang dimana kejadian itu terjadi. SimpleMan sebagai penulis, hanya menyebutkan inisial kota B. Dari inisial itu, kemungkinan besar ada 2 yaitu ada di Banyuwangi atau Bondowoso. Jika dihubungkan dengan desa penari, hal tersebut juga cocok karena dua daerah itu terkenal dengan tarian jaran goyang, sebuah tarian yang juga memiliki cerita mistis.

2. Desa Penari

Jika menelisik lebih dalam desa penari yang disebutkan, maka hal itu sangat sulit karena luasnya 2 Kabupaten yang berinisial B itu. Di dalam cerita juga disebutkan jika desa itu masuk ke hutan paling timur pulau Jawa, pastilah hutan itu adalah Alas Purwo. Tempat itu jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah Hutan Permulaan. Hutan ini dalam sejarah kerajaan Blambangan pernah menjadi persinggahan raja. Dimana raja Blambangan bertemu dengan Dewi Roro Upas. Terdapat juga petilasan berupa pura namanya Pura Giri Saloka yang mirip dengan penggambaran "Tapak Tilas".

Kejanggalan yang ada adalah Alas Purwo sekarang merupakan taman nasional dimana jika ada desa yang disitu akan menjadi desa wisata karena tidak sembarang orang bisa tinggal di situ. Jika sudah menjadi desa wisata, maka akan banyak wisatawan, masyarakat desa juga lebih terbuka dengan orang asing.

3. Budaya

Tim editor teringat dengan suku Osing, sebuah suku asli Jawa yang kebanyakan memang tinggal di Banyuwangi dan Bondowoso. Suku Osing sehari-hari menggunakan pakaian serba hitam. Untuk laki-laki seperti kemeja hitam, celana panjang hitam dan iket kepala. Untuk wanita kebaya hitam dengan jarik berwarna putih.

Suku Osing terkenal dengan keseniannya. Tarian Jaran Goyang, ditengarai juga berasal dari suku ini. Mereka juga mempunyai kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Hal ini seiring dengan penggambaran penulis cerita KKN di Desa Penari.

Namun ditemukan kejanggalan lain dalam cerita mistis itu. Penulis tidak konsisten menuliskan bahasa daerah yang digunakan. Jika bahasa jawa "Suroboyonan" (mahasiswa kota "s") tidak seperti itu. Contohnya dalam bahasa Jawa Timur pasti bukan kata "dalan" atau "jalan" tapi dengan kata "embong". Dalam jawa timuran juga tidak mengenal kata "piye", kecuali daerah Jawa Timur yang dekat dengan Tawa Tengah.

4. Kesimpulan

Kisah KKN di Desa Penari merupakan sebuah mitos yang diceritakan kembali dengan "bumbu" penyedap. Beberapa daerah, budaya, peninggalan yang diceritakan dalam cerita misis itu sebagai penguat kebenaran. Tapi jika dipikir secara nalar tidak ada tempat seperti itu. Di tahun 2009 akhir, internet juga sudah ada, teknologi juga sudah maju, tapi sebagai mahasiswa mereka terlihat sangat kuno.

Itulah ulasan dari tim editor Jitunews bagian @zonamistis tentang cerita viral KKN di Desa Penari. Setiap orang boleh mempunyai persepsi masing-masing dengan cerita itu.

3 Alasan KKN di Desa Penari Layak Diangkat Menjadi FILM

Halaman: 
Penulis : Gun-Gun