logo


Perizinan Investasi Makin Mudah Pakai Aplikasi SICANTIK

Berikut Ulasannya

30 Agustus 2019 13:52 WIB

Dirjen Aptika Samuel Abrijani
Dirjen Aptika Samuel Abrijani dok. Kominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Penanaman Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) menyepakati penggunaan aplikasi SICANTIK dalam penyelenggaraan perizinan terpadu satu pintu di daerah guna mendukung Implementasi Sistem Online Single Submission (OSS).

“Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS) merupakan sistem terintegrasi pengajuan izin berusaha secara nasional. Layanan itu ditujukan untuk mempermudah investor mengakses layanan perizinan pemerintah tanpa harus mendatangi berbagai Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah, baik di pusat maupun daerah untuk mengurus izin yang dibutuhkan,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo (Dirjen Aptika), Samuel Abrijani Pengerapan dalam sambutannya Acara Kesepakatan Bersama di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo Jakarta (30/08).

Samuel juga menambahkan bahwa integrasi OSS sebagai portal pengajuan izin berusaha secara nasional dan Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu Untuk Publik (SICANTIK) sebagai aplikasi pemenuhan komitmen perizinan di PTSP Daerah.


Akses Internet di Papua Diblokir, Demokrat: Akan Memicu Rasa Penasaran Dunia

“Kementerian Kominfo mendukung percepatan perizinan berusaha maupun layanan lain yang dilaksanakan di PTSP Daerah,” Imbuhnya.

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang merupakan pembangun dan pengembang aplikasi SICANTIK mengharapkan aplikasi ini dapat mempermudah penyelenggaraan layanan perizinan dan non perizinan yang dilakukan oleh PTSP Daerah.

SICANTIK dirancang untuk menangani proses perizinan dan non-perizinan, mulai dari tahap permohonan sampai dengan penerbitan dokumen, dan pembuatan laporan eksekutif yang terintegrasi.

"Sampai saat ini, Ditjen Aptika Kementerian Kominfo telah melakukan bimbingan teknis SICANTIK untuk 356 daerah. Aplikasi itu telah digunakan di 100 daerah dan lebih dari 30.000 izin telah diterbitkan melalui SICANTIK,” tutur Dirjen Aptika.

Acara kesepakatan bersama dihadiri oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika bersama dengan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri dan Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal (BKPM).

Kemudahan SICANTIK

Saat ini SICANTIK telah dikembangkan menjadi aplikasi berbasis Cloud, dimana PTSP dapat fokus pada peningkatan kualitas layanan, sedangkan infrastruktur aplikasi dikelola oleh Kementerian Kominfo.

SICANTIK dapat dikonfigurasi dengan mudah sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) layanan di daerah, tanpa harus melakukan coding. SICANTIK juga telah mendukung penggunaan tanda tangan digital dengan sertifikat digital untuk mempercepat dan mempermudah pengesahan perizinan.

Minta Hentikan Pemblokiran, Fahri: Jangan Biarkan Orang Mengangkat Senjata

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman