logo


HRS Serukan, "Daripada Lepas Papua, Idealnya Presiden Jokowi Lepas Jabatan"

Simak berita selengkapnya

31 Agustus 2019 00:15 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (3/11).
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (3/11). ANTARA/Puspa Perwitasari

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Papua akibat isu rasisme.

Rizieq menegaskan bahwa Papua tidak boleh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, ia meminta Presiden Jokowi untuk melepas jabatannya daripada Papua lepas dari Indonesia.

Baca Juga: Soal Putusan Kasasi Ahmad Dhani di MA, Kuasa Hukum: Kami Secepatnya Cari Informasi


Desak Pemerintah Fokus Masalah Papua, Zulhas: Hati-hati, Papua Itu Multidimensi

Demokrat ke Jokowi, "Menekan Atau Menyalahkan Papua...."

Pasalnya, seorang presiden harus bertanggungjawab atas terjadinya kisruh di Papua yang hingga kini terus terjadi secara beruntun.

"Daripada lepas Papua, maka lebih bagus dan ideal Presiden Jokowi yang lepas jabatannya, sebagai pertanggung jawabannya atas kekacauan di Papua yang sedang terjadi," kata Rizieq Shihab yang juga telah diwartakan Suara.com (30/8).

"Biarlah rakyat RI mendapatkan penggantinya (presiden) sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku di negara ini," tukasnya.

Demokrat ke Jokowi, "Menekan Atau Menyalahkan Papua...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata