logo


Anies Ungkap: Ibukota Pindah, Sektor Pariwisata dan Indutri Perhotelan akan Meningkat

Mengingat letak ibukota baru di kaltim, maka Kaltim diprediksi sebagai destinasi wisata Indonesia karena aset perhotelan dan pariwisata dapat meningkat dengan cepat

30 Agustus 2019 11:40 WIB

Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat
Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat beritagar.id

JAKARTA - JITUNEWS.COM - Banyak mancanegara yang lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Turis-turis Jarang yang tahu kalau Bali itu terletak di Indonesia. Melihat potensi wisata setelah Ibukota dipindahkan ke Kalimantan Timur, Pengamat wisata yang akrab dipanggil Chusmeru mengatakan kepada antara bahwa Kaltim nantinya akan menjadi Bali kedua.

"Nantinya Paser akan menjadi prioritas destinasi wisata. Cepatnya pembangunan infrastruktur mempercepat dan mempermudah akses wisata," kata Chusmeru di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (29/8).

Menurut pengamat wisata dari Universitas Jenderal Soedirman ini, pindahnya ibukota ke Kaltim akan mempermudah provinsi ini dalam mengembangkan sektor pariwisatanya.


Bantu Setarakan Pendidikan, Muhadjir Effendy Dukung Pemindahan Ibukota Baru

"Ibukota baru di Kaltim ya secara tidak langsung promosi aset wisata meningkat," imbuhnya.

Untuk mewujudkan Kaltim menjadi destinasi wisata, maka yang perlu dilakukan adalah SDM harus disiapkan dengan matang. Yang kedua, tegasnya regulasi guna mencegah kerusakan alam setempatnya. Selanjutnya, masyarakat harus turut aktif dalam hal memajukan wisata di Kaltim.

"Pertama ya kesiapan SDM. Pariwisata itu sektor yang mengutamakan ketrampilan dan pelayanan masyarakat. Tujuan dari kesiapan SDM dan tetek bengeknya ini biar sektor pariwisata juga dapat menguntungkan masyarakat, bukan hanya investornya saja," ujarnya.

"Ibukota baru di Kaltim ya secara tidak langsung promosi aset wisata meningkat," imbuhnya.

Selain bidang pariwisata, Anies Baswedan lebih berharap agar pindahnya ibukota ini dapat berinvestasi ke industri perhotelan.

"Dikaji dulu nanti soalnya potensi wisata di Jakarta juga terus berkembang. Banyak juga tempat-tempat dengan postensi aset wisata yang tinggi. Makanya pengkajian secara khusus itu perlu dan jangan sampai berspekulasi tentang industri perhotelan," ujarnya ketika berada di Kompleks Balai Kota Jakarta, Jumat (29/8).

Berdasarkan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga mengungkapkan bahwa kontribusi dan jumlah investasi hotel jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit.

Ibukota Pindah, Begini Pro dan Kontra PNS di Jakarta

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin