logo


3 Alasan KKN di Desa Penari Layak Diangkat Menjadi FILM

simak alasannya...

30 Agustus 2019 11:13 WIB

kolase jitunews
kolase jitunews SimpLeman & Bukalapak

JAKARTA - JITUNEWS.COM - Belakangan ini viral tentang cerita mistis KKN di desa penari. Viralnya cerita itu berawal dari media sosial twitter. Akun pengguna yang bisa dikatakan anonim ini membagikan sebuah kisah mistis yang dialami sekelompok mahasiswa saat program Kuliah Kerja Nyata kampusnya.

Cuitan kisah misteri yang dibuat 2 bulan yang lalu ini kemudian viral. Setelah cerita mistis ini viral, beredar sebuah poster yang menyerupai relase poster sebuah film mistis. Lalu, apakah cerita KKN Desa Penari ini memang bagus jika menjadi sebuah film? mari simak 3 alasan cerita horor ini layak diangkat di layar lebar:


4 Hal ini Bikin Setan Betah di Rumahmu!

1. Mistis (horor)

Horor atau mistis selalu menjadi unsur yang diperdebatkan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini lumrah karena dari kebudayaan, kita mengenal kejawen, klenik dan mitos yang diwariskan oleh orang tua kita. Begitu juga unsur mistis yang ada di KKN desa penari ini, unsur mistis sudah ditampikan dari awal cerita. Desa yang ada di pelosok hutan, kedatangan yang disambut dengan gamelan, hingga mitos lelembut penguasa desa yang di identikan seorang penari. Unsur ini menjadikan pembaca dan masyarakat Indonesia sangat penasaran, dan alasan ini yang akan membuat penonton berdatangan.

2. Percintan (seks)

Dalam cerita horor itu terdapat 6 tokoh utama yakni Ayu, Widya, Nur, Bima, Wahyu dan Anton. Dari beberapa tokoh itu ada yang terlibat kisah percintaan yang rumit. Nur merupakan teman kecil Bima yang sebenarnya punya perasaan terpedam. Bima menyukai Widya yang dengan berbagai cara ingin mendapatkan hati Widya. Di cerita itu Ayu juga menyukai Bima dan sempat melakukan hubungan badan di tempat yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Kisah percintaan dibumbui dengan seks dan intrik mistis menjadikan permasalahan dalam KKN di desa penari semakin kompleks. Seperti film horor kebanyakan, mistis dengan cinta dan seks selalu laku keras karna penonton akan medapatkan "bonus".

3. Korban (tumbal)

Di akhir cerita KKN di Desa Penari, Bima dan Ayu menjadi korban atau tumbal. Sesaji dan tumbal merupakan hal yang wajib jika menyangkut dengan klenik. Unsur ini juga ditampilkan dan lebih hebatnya lagi, pelaku atau pemeran yang terlibat konflik di cerita ini menjadi tumbal. Hal itulah yang akan menjadi penutup film dan menyelesaikan konflik yang ada.

Itulah ulasan tim editor Jitunews mengapa KKN di Desa Penari layak diangkat menjadi sebuah film. Lalu akankah poster film yang beredar itu benar adanya? hanya waktu yang akan menjelaskan.

Fakta Mengejutkan Dibalik KKN Di Desa Penari, Simak Kebenaranya

Halaman: 
Penulis : Gun-Gun