logo


UAS: yang Paling Baik Adalah Minta Maaf, Orang Sombong Tak Pernah Minta Maaf

Simak berita selengkapnya

30 Agustus 2019 09:15 WIB

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usai viralnya video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang lambang salib yang menjadi polemik di tengah masyarakat karena dinilai melecehkan agama.

Kini, beredar lagi video ceramah UAS yang menyebut pentingnya minta maaf. Dan hal tersebut juga menuai pro dan kontra oleh warganet. Hal ini dikarenakan di kasus lambang salib, UAS tidak berkenan untuk meminta maaf.

Baca Juga: KKP Dorong Wujudkan Pemberian Pakan Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan


Choky Sitohang ke UAS, "Anda Telah Keliru Mengartikan Salib, Itu Bukan Simbol Belaka"

Bertemu Pangab Timor Leste di Pos Perbatasan, Panglima TNI Ingin Tingkatkan Kerjasama Militer

Dari rekaman video yang beredar, awalnya UAS mengajak para jemaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. Kemudian, ia mengingatkan jemaah bila setiap orang memiliki kesalahan dan terkadang secara tidak sadar melukai perasaan orang lain.

Berikut kutipan isi ceramah dari UAS, seperti yang juga diwartakan Suara.com (29/8).

"Nabi naik ke atas mimbar, siapa yang pernah aku caci maki, sumpah serapah, tersinggung dia, sakit hatinya, ini harga diri Nabi Muhammad silakan balas."

"Kadang kita bicara, rupanya kata-kata itu sudah menyinggung perasaan orang. Mungkin kita biasa saja, tapi itu sudah meluluh lantahkan perasaaan orang."

Prihatin Adanya Pembacokan Anggota TNI di Papua, Abdul Kharis: Ini Mencederai Kedaulatan NKRI

"Oleh sebab itu maka yang paling baik adalah minta maaf. Firaun tidak pernah minta maaf, Quron tidak pernah minta maaf, Nabruz tidak pernah minta maaf. Orang sombong tak pernah minta maaf."

"Siapa yang tidak punya salah, sedangkan Nabi Adam nenek moyang kita aja salah. Nabi Muhammad minta maaf naik ke atas mimbar. Jelas-jelas di minta maaf. Takkan masuk surga siapa dalam hatinya ada sombong angkuh," bunyi ceramah UAS.

Soal Hina Salib, Ini Saran Ahok ke UAS, "Berdoa Saja"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata