logo


KKP Dorong Wujudkan Pemberian Pakan Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan

Simak berita selengkapnya

30 Agustus 2019 09:01 WIB

Dirjenn Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Dirjenn Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto ist

PROBOLINGGO, JITUNEWS.COM – Pakan mandiri semakin jadi harapan pembudidaya ikan skala kecil hingga menengah di Kab. Probolinggo. Pasalnya, penggunaan pakan mandiri terbukti mampu menekan biaya produksi minimal 30%, sehingga nilai tambah keuntungan pembudidaya naik. Disisi lain, kualitas produk pakan mandiri juga mampu bersaing dengan pakan pabrikan.

“Harga pakan mandiri dipastikan terjangkau dengan kuantitas dan kualitas yang kompetitif dengan pakan pabrikan. Selain itu, kita pastikan produk pakan dibuat melalui penerapan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik sehingga produk akan selalu dipercaya masyarakat sehingga akan semakin berkembang di tengah-tengah pembudidaya ikan di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat membuka Temu Lapang Pakan Mandiri Provinsi Jawa Timur, di Probolinggo, Kamis (29/8).

Baca Juga: Bertemu Pangab Timor Leste di Pos Perbatasan, Panglima TNI Ingin Tingkatkan Kerjasama Militer


Ini Alasan KKP dan Bakamla Mendapat Penilaian Kurang Baik dari BPK!

Menurutnya, suplai pakan yang terjangkau sesuai kebutuhan pembudidaya ikan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, KKP terus mendorong pembudidaya mengusahakan pakan secara mandiri. Kalau pakan ikan murah kemudian kualitasnya bagus, maka pembudidaya semakin berdaya dan ekonomi mereka semakin meningkat pula.

Ia memaparkan pakan ikan berkualitas yang baik memiliki kriteria diantaranya, dapat dicerna dengan baik oleh ikan, sehingga rasio pemanfaatan pakan atau FCR-nya bisa rendah hingga dibawah 1 (satu). Kemudian, pakan harus ramah lingkungan artinya tidak merusak lingkungan karena pakan mampu diserap oleh ikan sehingga hasil metabolisme rendah.

“Selain itu, perlu diperhatikan bahwa pakan yang diproduksi memiliki kadar fospor rendah, karena jika kandungan fospor terlalu tinggi akan meningkatkan kesuburan perairan yang akhirnya terjadi blooming alga yang sangat berbahaya bagi ikan budidaya," paparnya.

Prihatin Adanya Pembacokan Anggota TNI di Papua, Abdul Kharis: Ini Mencederai Kedaulatan NKRI

Kemudian ujar Slamet, kedepannya pendampingan dari berbagai pihak juga menjadi kuncinya, bagaimana nanti pembudidaya ikan disosialisasikan cara memproduksi pakan mandiri. “KKP yakin dengan komitmen semua pihak, kemandirian pakan pasti dapat tercapai, dengan demikian permasalahan pakan yang mendera pembudidaya dapat terselesaikan," tuturnya.

Saat ini melalui UPT Ditjen Perikanan Budidaya terus melakukan pendampingan bagi kelompok penerima bantuan program gerakan pakan ikan diantaranya melalui pembelajaran cara pembuatan pakan yang baik mulai dari pengolahan bahan baku, memformulasikan pakan, pembuatan pakan hingga cara pengemasan dan penyimpanan pakan.

Akui Diserang dan Difitnah, Atta Halilintar: Aku Bukan Malaikat Atau Nabi yang Gak Punya Salah

Selain itu, KKP juga akan membantu mempermudah registrasi peredaran pakan ikan. Lalu, untuk keberterimaan produk diterima ditengah-tengah masyarakat, penerapan prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) juga diterapkan.

“Kita juga akan pastikan pakan mandiri ini mampu berdaya saing dengan kualitas pakan pabrikan. Jika pakan mandiri akan mampu terserfitikasi IndoGAP, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa ekspor pakan ke luar negeri yang kualitas tidak kalah dengan pakan komersial," sebutnya.

Sinergi RI-Swiss-Unido Dorong Daya Saing Perikanan Indonesia

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata