logo


Kemenhub Angkat Bicara soal Bos Taksi Malaysia yang Bikin 'Rese'

Bos taksi asal Malaysia tersebut menolak adanya Gojek di negaranya.

30 Agustus 2019 03:34 WIB

Ilustrasi hunian di Kuala Lumpur, Malaysia
Ilustrasi hunian di Kuala Lumpur, Malaysia iStockphoto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya buka suara soal penolakan Gojek di Malaysia yang dilontarkan oleh bos taksi asal Malaysia yang sempat viral beberapa hari lalu.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengimbau para pengemudi ojek daring tidak perlu terprovokasi oleh video penolakan tersebut karena akan berdampak pada hubungan diplomasi.

Baca juga: Fahri Hamzah Desak Jokowi Ambil Tindakan Luar Biasa Terkait Situasi di Papua


Fahri Hamzah Desak Jokowi Ambil Tindakan Luar Biasa Terkait Situasi di Papua

"Kalau sudah ada permintaan maaf, jangan lakukan demo karena ini bukan persoalan antarbangsa, nanti dia (pihak Malaysia) akan marah juga kalau unjuk rasa tidak bisa mengendalikan, yang rugi hubungan diplomatik dengan Malaysia karena kita bertetangga satu rumpun," kata Budi dilansir dari WartaEkonomi.

Menurut dia, penolakan tersebut dipicu karena persaingan bisnis bukan karena soal sosial budaya.

"Karena bisnis ini jangan dikaitkan ke sosial ekonomi. Mungkin ada cara lebih baik lagi jangan emosional," ujar Budi Setiadi.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani juga menganggap video viral tersebut tidak perlu ditanggapi secara emosi.

Terkait bisnis Gojek di Malaysia, menurut dia, itu kewenangan pihak Malaysia untuk mengizinkan atau tidak aplikasi transportasi berbasis motor itu beroperasi.

"Kalau ojek daring tidak diterima di Malaysia ya itu tergantung negaranya bukan tergantung kita. Itu timnya mereka lah, kenapa dia tidak menerima itu alasannya dari mereka. Tapi kita (Indonesia) memang masih membutuhkan angkutan seperti ojek daring," tutupnya.

Kerusuhan Papua, Masyarakat Memilih Bermalam di Markas Angkatan Laut

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu
 
×
×