logo


Fahri Hamzah Desak Jokowi Ambil Tindakan Luar Biasa Terkait Situasi di Papua

Fahri meyakini masalah ini ada akar terdalamnya, dan akar terdalamnya itu ada dalam hati yang tidak mudah dibaca secara kasat mata.

30 Agustus 2019 01:44 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengambil langkah luar biasa terkait situasi di Papua.

Menurutnya, Jokowi tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan datar untuk menenangkan suasana hati masyarakat di Bumi Cenderawasih.

"Dalam situasi sekarang harus ada pesan yang sampai ke hati masyarakat khususnya di Papua yang menganggap bahwa ada yang tidak beres dalam cara kita melihat Papua," ucap Fahri dilansir dari JPNN.


Fahri Hamzah ke Jokowi: Lakukan Sesuatu yang Menenangkan Jiwa Papua

Karenanya, lanjut legislator asal Nusa Tenggara Barat ini, presiden harus mewakili seluruh bangsa Indonesia, menjelaskan secara gamblang rencana-rencananya ke depan dan tindakan-tindakan yang seharusnya sudah diambil dan akan diambil dalam rangka kembali membangun kepercayaan masyarakat.

"Ya sambil mendengar apa yang sekarang dalam jangka pendek, dituntut oleh masyarakat, dan lalu kemudian kita mencoba membangun pengertian jangka panjang tentang keadaan kita.

Jika presiden terlalu datar membuat pernyataan, sementara orang sudah bertindak jauh, termasuk pihak-pihak yang mencoba menginternasionalisasi persoalan ini, nanti kita menyesal karena terlambat," tutur Fahri.

Untuk itu, dia mendorong Presiden ketujuh RI tersebut mengambil langkah-langkah yang luar biasa, karena persoalan ini bukan persoalan kecil. Fahri meyakini masalah ini ada akar terdalamnya, dan akar terdalamnya itu ada dalam hati yang tidak mudah dibaca secara kasat mata.

"Inilah tugas berat pemimpin Indonesia karena memiliki luas wilayah dan disparitas, baik fisik maupun non-fisik yang tidak kecil. Jarak antara Jakarta dan Papua itu tidak saja mengandung jarak fisik, tetapi juga jarak lain termasuk pskologis. Semuanya harus dijembatani dengan rencana-rencana yang luar biasa," katanya.

Bila pemerintah tidak sanggup, tambahnya, Fahri mengingatkan bahwa "banyak pihak yang bermain di kasus Papua. Terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian di Papua itu, dan stabilitas di Papua itu tidak pernah selesai," tandas salah seorang deklarator Garbi itu.

Ustad Tengku Sebut Ibu Kota Baru Rawan Rudal Tiongkok, Begini Tanggapan Moeldoko

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu